<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>pepie diptyana</title>
	<atom:link href="http://pepiediptyana.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://pepiediptyana.wordpress.com</link>
	<description>i am still learning.... [Michaelangelo]. We make a living by what we get.We make a life by what we give.   [Winston Churchill]</description>
	<lastBuildDate>Thu, 19 Jan 2012 07:39:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='pepiediptyana.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>pepie diptyana</title>
		<link>http://pepiediptyana.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://pepiediptyana.wordpress.com/osd.xml" title="pepie diptyana" />
	<atom:link rel='hub' href='http://pepiediptyana.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pemeroleh Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2012</title>
		<link>http://pepiediptyana.wordpress.com/2012/01/19/pemeroleh-program-kreativitas-mahasiswa-pkm-tahun-2012/</link>
		<comments>http://pepiediptyana.wordpress.com/2012/01/19/pemeroleh-program-kreativitas-mahasiswa-pkm-tahun-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jan 2012 07:37:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pepiediptyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pepiediptyana.wordpress.com/?p=255</guid>
		<description><![CDATA[Selamat buat para mahasiswa yang lolos seleksi. Alhamdulillah, STIE Perbanas Surabaya memperoleh 129 judul dari mahasiswa pengusul tahun 2011 yang akan didanai tahun 2012. PKM Penelitian untuk S1 Akuntansi sebanyak 75 judul, dan jurusan Manajemen 51, D3 Akuntansi 1 judul. PKM-Kewirausahaan 2 judul. Silakan download detailnya disini: Lampiran%20Surat%20Pengumuman%20PKM%20didanai%202012 Semoga sukses selalu!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pepiediptyana.wordpress.com&amp;blog=832663&amp;post=255&amp;subd=pepiediptyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat buat para mahasiswa yang lolos seleksi.</p>
<p>Alhamdulillah, STIE Perbanas Surabaya memperoleh 129 judul dari mahasiswa pengusul tahun 2011 yang akan didanai tahun 2012. PKM Penelitian untuk S1 Akuntansi sebanyak 75 judul, dan jurusan Manajemen 51, D3 Akuntansi 1 judul. PKM-Kewirausahaan 2 judul.</p>
<p>Silakan download detailnya disini: <a href="http://pepiediptyana.files.wordpress.com/2012/01/lampiran20surat20pengumuman20pkm20didanai202012.pdf">Lampiran%20Surat%20Pengumuman%20PKM%20didanai%202012</a></p>
<p>Semoga sukses selalu!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pepiediptyana.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pepiediptyana.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pepiediptyana.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pepiediptyana.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pepiediptyana.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pepiediptyana.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pepiediptyana.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pepiediptyana.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pepiediptyana.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pepiediptyana.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pepiediptyana.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pepiediptyana.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pepiediptyana.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pepiediptyana.wordpress.com/255/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pepiediptyana.wordpress.com&amp;blog=832663&amp;post=255&amp;subd=pepiediptyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pepiediptyana.wordpress.com/2012/01/19/pemeroleh-program-kreativitas-mahasiswa-pkm-tahun-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a4ce623e14274caf228f290ceb7730b3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pepiediptyana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menghitung Biaya Kematian</title>
		<link>http://pepiediptyana.wordpress.com/2010/05/16/menghitung-biaya-kematian/</link>
		<comments>http://pepiediptyana.wordpress.com/2010/05/16/menghitung-biaya-kematian/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 15 May 2010 19:55:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pepiediptyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akuntansi Sektor Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pepiediptyana.wordpress.com/?p=248</guid>
		<description><![CDATA[Dear pembaca, Blog saya sudah mati suri hampir setahun. Menyedihkan&#8230; Tulisan ini adalah hasil dari pengamatan tidak ilmiah saya atas kejadian kematian di sekitar saya, yang ternyata kejadian tersebut berpotensi untuk mempengaruhi aset almarhum atau pewaris dalam jumlah yang cukup besar. Kalo ngga besar nilainya, mungkin ngga bakal ada namanya asuransi kematian, ya? Apa saja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pepiediptyana.wordpress.com&amp;blog=832663&amp;post=248&amp;subd=pepiediptyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dear pembaca,<br />
Blog saya sudah mati suri hampir setahun. Menyedihkan&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':-(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tulisan ini adalah hasil dari pengamatan tidak ilmiah saya atas kejadian kematian di sekitar saya, yang ternyata kejadian tersebut berpotensi untuk mempengaruhi aset almarhum atau pewaris dalam jumlah yang cukup besar. Kalo ngga besar nilainya, mungkin ngga bakal ada namanya asuransi kematian, ya? <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Apa saja komponen biaya kematian?<br />
Dalam menelusuri komponen biaya, ada baiknya kita tentukan titik awal dan titik akhir suatu peristiwa.<br />
Menurut saya, titik awal peristiwa kematian (untuk menghitung biaya kematian) adalah saat seorang manusia dinyatakan meninggal dunia (ada pembuktian secara medis &#8212; biasanya ada surat keterangan dokter). Titik akhir peristiwa adalah setelah semua urusan aset dan penyelesaian utang almarhum benar-benar dinyatakan selesai.</p>
<p>Perbedaan penentuan titik akhir tentu akan berpengaruh pada besar kecilnya biaya.<br />
Komponen biaya kematian, jika dirunut dari peristiwa sejak titik awal hingga akhir, dapat dikelompokkan menjadi :<br />
1. Biaya administrasi (hm, termasuk biaya birokrasi lah)<br />
2. Biaya acara adat / kebiasaan atau biaya acara keagamaan</p>
<p>Kelompok biaya administrasi, terdiri dari:<br />
1. Biaya pengurusan jenazah sebelum pemakaman (atau sebelum kremasi, dan sejenisnya). Biaya ini dimulai sejak membayar Rumah Sakit, mobil jenazah, dsb, sampai dengan keluarga dapat bertemu dengan jenazah, dan sampai dengan Surat Keterangan Kematian diterima oleh keluarga/waris almarhum.<br />
2. Biaya administrasi pemakaman. Di dalamnya ada beberapa surat yang dibutuhkan, antara lain: surat keterangan kematian<br />
3. Biaya perolehan Surat Keterangan Waris / Akta Waris. Nah, ini dia. Proses pengurusan Surat Keterangan Waris ini membutuhkan Surat Keterangan Kematian (tentu), akte kelahiran pewaris, pengantar RT/RW, dst, kartu keluarga, dll (maaf saya lupa).<br />
4. Biaya administrasi lain yang terkait dengan pengurusan aset, utang almarhum, dan urusan kependudukan, misal: penutupan tabungan, kartu kredit, klaim/pencairan asuransi, pengurusan Taspen, balik nama aset, penghapusan nama almarhum dari kartu keluarga, dll.</p>
<p>Tips agar efisien waktu dan biaya admin: pahami setiap prosedur administrasi, sediakan banyak fotokopi berkas surat penting, dan lakukan legalisir di tempat penerbit.</p>
<p>Kelompok biaya adat merupakan kelompok biaya yang terkait dengan tata cara penanganan jenazah mengikuti adat atau cara tertentu. Komponen biaya adat tergantung dari cara masing-masing. Mungkin komponen biaya acara yang umum dan besarnya signifikan adalah biaya konsumsi. Komponen biaya lainnya, mungkin seperti biaya transport &amp; komunikasi, perlengkapan,  ijin keramaian, biaya keamanan, sewa terop, kursi, dll,  dapat sangat beragam, tergantung dari tata cara masing-masing kelompok adat / lingkungan.</p>
<p>Nah, ini dulu yang dapat saya sampaikan. Mungkin masih ada hal yang kurang lengkap, bisa ditambahkan di comment.</p>
<p>Terima kasih sudah membaca postingan ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pepiediptyana.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pepiediptyana.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pepiediptyana.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pepiediptyana.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pepiediptyana.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pepiediptyana.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pepiediptyana.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pepiediptyana.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pepiediptyana.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pepiediptyana.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pepiediptyana.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pepiediptyana.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pepiediptyana.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pepiediptyana.wordpress.com/248/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pepiediptyana.wordpress.com&amp;blog=832663&amp;post=248&amp;subd=pepiediptyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pepiediptyana.wordpress.com/2010/05/16/menghitung-biaya-kematian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a4ce623e14274caf228f290ceb7730b3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pepiediptyana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penganggaran untuk Masjid (dan organisasi non profit lainnya)</title>
		<link>http://pepiediptyana.wordpress.com/2009/07/31/pelatihan-penganggaran-untuk-masjid/</link>
		<comments>http://pepiediptyana.wordpress.com/2009/07/31/pelatihan-penganggaran-untuk-masjid/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 07:18:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pepiediptyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[akuntansi masjid]]></category>
		<category><![CDATA[anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[anggaran masjid]]></category>
		<category><![CDATA[masjid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pepiediptyana.wordpress.com/?p=225</guid>
		<description><![CDATA[Arus kas merupakan kunci kesuksesan operasi setiap organisasi. Pada organisasi yang tidak beriorientasi ke profit, ketergantungan pada donatur cukup tinggi, sehingga kepastian dana menjadi pertanyaan besar. Namun, di sisi lain, keikhlasan dari para donatur dan kepercayaan mereka lah yang menjadi nilai tambah bagi para organisasi sektor publik. Kepercayaan itulah yang dapat menjadikan sumber daya atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pepiediptyana.wordpress.com&amp;blog=832663&amp;post=225&amp;subd=pepiediptyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Arus kas merupakan kunci kesuksesan operasi setiap organisasi. Pada organisasi yang tidak beriorientasi ke profit, ketergantungan pada donatur cukup tinggi, sehingga kepastian dana menjadi pertanyaan besar. Namun, di sisi lain, keikhlasan dari para donatur dan kepercayaan mereka lah yang menjadi nilai tambah bagi para organisasi sektor publik. Kepercayaan itulah yang dapat menjadikan sumber daya atau uang menjadi mengalir dengan pasti ke dalam organisasi. Kepercayaan donatur inilah yang perlu dipelihara, bahkan ditingkatkan jika organisasi menginginkan kepastian serta peningkatan arus kas masuk.</p>
<p>Bagaimana agar kepercayaan publik dapat meningkat dan senang mendermakan (mempercayakan) dananya kepada organisasi? Salah satu caranya adalah dengan menunjukkan ketercapaian organsisasi kepada mereka. Selain itu, tunjukkan kepada mereka (donatur) bahwa dana mereka dikelola dengan aman dan terkendali.</p>
<p>Bagaimana cara mengendalikan dana? Gunakanlah anggaran. [More...] Anggaran merupakan rencana yang disajikan dalam satuan mata uang (Freeman, 2003). Selain itu, anggaran merupakan panduan untuk mengarahkan kegiatan dan ketercapaian tujuan organisasi (Blazek, 2008). Penganggaran merupakan kegiatan menyusun anggaran (baca: rencana, tapi dalam bentuk satuan uang), yang pada umumnya dilakukan oleh manajemen.</p>
<p>Bagaimana anggaran dapat digunakan untuk menunjukkan bahwa dana donatur itu aman dan terkendali? Ketika anggaran adalah suatu rencana atas penggunaan sumberdaya, maka &#8220;tandingannya&#8221; adalah realisasi atas anggaran. Anggaran yang pada akhirnya menunjukkan angka &#8220;defisit&#8221; bukanlah suatu dosa. Bisa jadi karena capaian yang diraih pun tinggi, dan membutuhkan banyak dana, sehingga biaya yang terealisasi lebih besar daripada anggarannya. Oleh karena itu, Laporan  Realisasi Anggaran yang baik harus didampingi dengan penjelasan. Penjelasan itu berupa capaian-capaian yang diraih, serta penyebab-penyebab yang mengakibatkan biaya.</p>
<p>Nafas kehidupan organisasi sektor publik banyak bergantung pada semangat orang-orang yang terlibat di dalamnya. Hampir sama dengan mengelola wirausaha. Diawali oleh semangat kerja pemimpinnya, organisasi sektor publik diharapkan mampu bertahan demi tercapainya tujuan-tujuan yang mulia. Penganggaran dan akuntansi yang tepat dapat menunjang kelangsungan arus kas dan sumberdaya lainnya dapat masuk, namun semuanya juga tergantung perilaku para pengelola untuk mau bertumbuh, menyesuaikan diri, dan tetap bersemangat.</p>
<p>Silakan download : <a rel="attachment wp-att-241" href="http://pepiediptyana.wordpress.com/2009/07/31/pelatihan-penganggaran-untuk-masjid/modul-pelatihan-pengelolaan-keuangan-masjid-anggaran/">Modul Pelatihan Pengelolaan Keuangan Masjid, Anggaran</a></p>
<p>terima kasih kepada Bapak/Ibu peserta pelatihan, Kepala Kantor Departemen Agama Kota Surabaya (pak Drs. H. Suwito, M.Si), dan staf (pak Suba&#8217;i dan rekan-rekan di bagian Penamas), Dewan Masjid Indonesia (koordinator surabaya, diwakili oleh Bp. Rohib), dan terima kasih kepada Pusat Penelitian &amp; Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIE Perbanas Surabaya (Pak Wilopo, Bu Aniek, Bu Rovila, Bu Chitra), Ibu Maya, dan mahasiswa-mahasiswa saya tercinta yang pantang menyerah (Ega, Karina, Aprillya, Ferdian, Cahaya Ekaputri, Nurul Afni) yang telah menyelenggarakan <a href="http://ekonomibisnis.suarasurabaya.net/?id=15a42cf5a49e2f64d61e80fee108f487200967872">pelatihan 5 Agustus 2009</a>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pepiediptyana.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pepiediptyana.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pepiediptyana.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pepiediptyana.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pepiediptyana.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pepiediptyana.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pepiediptyana.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pepiediptyana.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pepiediptyana.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pepiediptyana.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pepiediptyana.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pepiediptyana.wordpress.com/225/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pepiediptyana.wordpress.com/225/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pepiediptyana.wordpress.com/225/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pepiediptyana.wordpress.com&amp;blog=832663&amp;post=225&amp;subd=pepiediptyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pepiediptyana.wordpress.com/2009/07/31/pelatihan-penganggaran-untuk-masjid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a4ce623e14274caf228f290ceb7730b3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pepiediptyana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akuntan Pemerintah, perlukah?  [suatu pemikiran dari perspektif sistem informasi akuntansi]</title>
		<link>http://pepiediptyana.wordpress.com/2009/07/07/akuntan-pemerintah-perlukah-suatu-pemikiran-dari-perspektif-sistem-informasi-akuntansi/</link>
		<comments>http://pepiediptyana.wordpress.com/2009/07/07/akuntan-pemerintah-perlukah-suatu-pemikiran-dari-perspektif-sistem-informasi-akuntansi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 04:31:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pepiediptyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akuntansi Sektor Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[akuntan pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Informasi Akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[software akuntansi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pepiediptyana.wordpress.com/?p=211</guid>
		<description><![CDATA[Waduh, kalau saya langsung jawab : ngga perlu, bisa dipancung kajur-kajur akuntansi sedunia, nih, hehehe&#8230;. berlebihan. Kalau takut dipancung, ya bilang aja: perlu, hehehe&#8230;.. Hasil penelitian yang menyatakan bahwa kemampuan SDM berpengaruh signifikan dengan kualitas informasi akuntansi instansi pemerintah [Fariziah 2009]. Uniknya, pada penelitian tersebut, 79% dari responden penelitian adalah tidak berlatarbelakang pendidikan akuntansi, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pepiediptyana.wordpress.com&amp;blog=832663&amp;post=211&amp;subd=pepiediptyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waduh, kalau saya langsung jawab : ngga perlu, bisa dipancung kajur-kajur akuntansi sedunia, nih, hehehe&#8230;. berlebihan. Kalau takut dipancung, ya bilang aja: perlu, hehehe&#8230;..</p>
<p>Hasil penelitian yang menyatakan bahwa kemampuan SDM berpengaruh signifikan dengan kualitas informasi akuntansi instansi pemerintah [Fariziah 2009]. Uniknya, pada penelitian tersebut, 79% dari responden penelitian adalah tidak berlatarbelakang pendidikan akuntansi, dan 91% dari responden telah menerima pelatihan Sistem Akuntansi Instansi (SAI). Nah,apakah hasil tersebut bisa diinterpretasikan begini: meski sebagian besar staf pemerintahan bukan berlatar belakang akuntansi, laporan keuangan pemerintah tetap jadi juga karena pelatihan.</p>
<p>Di sektor publik khususnya pemerintahan, faktor teknis berupa kapabilitas sistem informasi, kapabilitas personil untuk menganalisis metrik kinerja juga tidak berpengaruh terhadap pengukuran kinerja dan pemanfaatan informasi kinerja, namun faktor teknis berupa pelatihan dan faktor politis memiliki pengaruh signifikan [Pepie, 2007]. Lhah, apa maknanya? Apakah dapat dikatakan bahwa staf pemerintahan tidak berperan dalam memberikan informasi kinerja, atau penyediaan informasi akuntansi? Kita tentunya tidak dapat langsung menuding bahwa staf pemerintahan tidak memadai. Jika dilihat dari sudut pandang sistem kerja, tidak dapat dipungkiri bahwa yang dilakukan oleh staf pemerintahan saat ini adalah entry data sesuai dengan petunjuk teknis. Pencatatan transaksi yang dilakukan pada Sistem Akuntansi Pemerintahan belum mengoptimalkan kegiatan analisis sebagaimana yang dilakukan akuntan di perusahaan swasta. Entry jurnal banyak terbantu dengan software akuntansi dan pendampingan serta pelatihan.</p>
<p>Jika akuntansi dipandang sebagai pekerjaan rutin mengentry jurnal, yang bisa digantikan dengan software, apakah masih dibutuhkan staf akuntan di sektor  pemerintahan? Pertanyaan yang serem. <span id="more-211"></span>Beberapa berita menyebutkan bahwa pemerintah membutuhkan 40 ribu, ada yang bilang 46 ribu, ada yang bilang 34.700 akuntan (<a href="http://stan.snmptn.or.id/indonesia-membutuhkan-puluhan-ribu-akuntan/">http://stan.snmptn.or.id/indonesia-membutuhkan-puluhan-ribu-akuntan/</a>, 2009; <a href="http://id.ibtimes.com/articles/20081117/keuangan-negara-kompetensi-akuntan-aparat-instansi.htm">http://id.ibtimes.com/articles/20081117/keuangan-negara-kompetensi-akuntan-aparat-instansi.htm</a>, 2008 ; <a href="http://www.lowongan.info/front/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=904&amp;Itemid=1">http://www.lowongan.info/front/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=904&amp;Itemid=1</a>, 2007). Whuik! Kira-kira mau dijadikan apa ya? Atau, ditaruh dimana ya? Atau, semua akuntannya mau dijadikan auditor? Kalau jadi auditor, apakah yang diaudit adalah software akuntansinya? Apakah jualan software akuntansi pemerintah bakal masih laku ya?</p>
<p>Sebetulnya, software akuntansi itu kan teknologi, artinya, dibuat untuk membantu kerja manusia untuk meminimumkan kesalahan karena ada aktivitas yang rutin terjadi. Semula, memang kegiatan akuntansi dikerjakan manual, tapi karena suatu transaksi yang frekuensi keterjadiannya makin tinggi, maka dibuatlah rancangan jurnal khusus berdasarkan klasifikasi atau kelompok-kelompok transaksi. Nah, selanjutnya, jurnal khusus yang dientry manual udah tidak memadai, karena kebutuhan informasi keuangan yang cepat dan akurat atau frekuensi transaksi juga yang tinggi, sehingga dirancang software akuntansi yang memanfaatkan database.</p>
<p>Nantinya, sejalan dengan perkembangan kebutuhan informasi dan tuntutan penyediaan informasi, maka integrasi data keuangan semakin kompleks. Integrasi data ini umumnya dibutuhkan karena output informasi yang dihasilkan juga makin kompleks. Data akuntansi tidak sekedar digunakan untuk membuat laporan keuangan, tapi juga untuk perencanaan sumber daya (<em>enterprise/government resource planning</em>).</p>
<p>Jika dikaitkan dengan rentetan perkembangan sistem informasi, bagaimanakah peran akuntan pemerintah saat ini? Sebagai staf entry data akuntansi untuk membuat laporan keuangan, atau sampai dengan kegiatan analisis untuk menginterpretasikan informasi, atau sebagai penyedia informasi keuangan untuk merencanakan sumber daya? Lhah itu dia. Saya pikir, pada perkembangannya, akuntan pemerintah diperlukan dengan catatan memiliki kemampuan analisis, serta menjadi penyedia informasi yang dapat digunakan untuk merencanakan sumber daya, alias penganggaran.</p>
<p>bacaan:</p>
<p>Fariziah Choirunisah. 2009. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kualitas Informasi Laporan Keuangan yang Dihasilkan Sistem Akuntansi Instansi. <em>Prosiding Konferensi Penelitian Keuangan Sektor Publik II</em>. Badan Litbang Departemen Dalam Negeri bekerjasama dengan Asosiasi Peneliti Keuangan Sektor Publik. Jakarta.</p>
<p>Pepie Diptyana. 2007. Influence of Technical Factors and Political Factors toward Performance Information Development and Utilization in The Regional Government Budgeting. <em>Proceeding International Conference of Leadership in Changing Landscape &#8211; Tun Abdul Razak University, Malaysia</em>.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pepiediptyana.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pepiediptyana.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pepiediptyana.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pepiediptyana.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pepiediptyana.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pepiediptyana.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pepiediptyana.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pepiediptyana.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pepiediptyana.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pepiediptyana.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pepiediptyana.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pepiediptyana.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pepiediptyana.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pepiediptyana.wordpress.com/211/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pepiediptyana.wordpress.com&amp;blog=832663&amp;post=211&amp;subd=pepiediptyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pepiediptyana.wordpress.com/2009/07/07/akuntan-pemerintah-perlukah-suatu-pemikiran-dari-perspektif-sistem-informasi-akuntansi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a4ce623e14274caf228f290ceb7730b3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pepiediptyana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akuntansi untuk Akhirat</title>
		<link>http://pepiediptyana.wordpress.com/2009/06/09/akuntansi-untuk-akhirat/</link>
		<comments>http://pepiediptyana.wordpress.com/2009/06/09/akuntansi-untuk-akhirat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 00:45:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pepiediptyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pepiediptyana.wordpress.com/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[Jika melihat definisi akuntansi berupa proses pencatatan dan pelaporan saja, maka perlu direnungkan bahwa segala kegiatan kita sehari-hari akan dilaporkan untuk di akhirat. Selanjutnya, laporan akan digunakan untuk mengambil keputusan reward dan investasi.. Al-Qur’an menghendaki manusia melakukan pertanggungjawaban vertikal dan horizontal. Dengan kata lain: ada hablum-minallah, dan ada hablum-minannaas. Hablumminallah menimbulkan kewajiban manusia untuk mempertanggungjawabkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pepiediptyana.wordpress.com&amp;blog=832663&amp;post=201&amp;subd=pepiediptyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika melihat definisi akuntansi berupa proses pencatatan dan pelaporan saja, maka perlu direnungkan bahwa segala kegiatan kita sehari-hari akan dilaporkan untuk di akhirat. Selanjutnya, laporan akan digunakan untuk mengambil keputusan <em>reward </em>dan investasi..</p>
<p>Al-Qur’an menghendaki manusia melakukan pertanggungjawaban vertikal dan horizontal. Dengan kata lain: ada hablum-minallah, dan ada hablum-minannaas. Hablumminallah menimbulkan kewajiban manusia untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada Allah, dan hablum-minannaas menimbulkan pertanggungjawaban antar manusia.</p>
<p>Apa yang perlu dipertanggungjawabkan oleh manusia?</p>
<p><span id="more-201"></span></p>
<p><!--more-->Hal yang dipertanggungjawabkan adalah pengelolaan sumberdaya. Ketika manusia diberi amanat untuk mengelola sumber daya, maka apa yang ia perbuat terhadap sumber daya tersebut perlu disampaikan kepada si pemberi amanat. Contoh: Allah memberi amanat kepada manusia berupa harta. Pengelolaan harta terikat dengan aturan yang dikehendaki Allah. Pencatatan apa yang diperbuat oleh manusia dilakukan oleh malaikat, dan akan dilaporkan di hari akhir. Ini tampak seperti proses akuntansi: ada sumberdaya yang dipercayakan, ada pencatatan atas penggunaan sumber daya, dan ada pelaporan.</p>
<hr size="1" />Jika definisi akuntansi berupa &#8220;perekayasaan&#8221; sebagaimana defisini menurut bapak <a href="http://suwardjono.com/" target="_blank">Suwardjono</a>, maka cerita ini kurang cocok. Kenapa? Karena malaikat ga bisa merekayasa kenyataan&#8230;. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> .</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pepiediptyana.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pepiediptyana.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pepiediptyana.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pepiediptyana.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pepiediptyana.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pepiediptyana.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pepiediptyana.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pepiediptyana.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pepiediptyana.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pepiediptyana.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pepiediptyana.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pepiediptyana.wordpress.com/201/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pepiediptyana.wordpress.com/201/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pepiediptyana.wordpress.com/201/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pepiediptyana.wordpress.com&amp;blog=832663&amp;post=201&amp;subd=pepiediptyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pepiediptyana.wordpress.com/2009/06/09/akuntansi-untuk-akhirat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a4ce623e14274caf228f290ceb7730b3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pepiediptyana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perception of College Students toward E-Cheating</title>
		<link>http://pepiediptyana.wordpress.com/2009/01/19/perception-of-college-students-toward-e-cheating/</link>
		<comments>http://pepiediptyana.wordpress.com/2009/01/19/perception-of-college-students-toward-e-cheating/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2009 04:57:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pepiediptyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[e-cheating]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pepiediptyana.wordpress.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Hikz, maaf baru bisa posting lagi&#8230;. Ide penelitian ini berawal dari maraknya penggunaan komputer dan internet di lingkup akademis, pengalaman pribadi dalam mengajar dan memberi tugas, dan keingintahuan saya tentang trigger perilaku yang cenderung mewabah&#8230;. Abstract : Information technology (IT) devices have offered many facilities for educational process. Unfortunately, some studies have concluded that IT [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pepiediptyana.wordpress.com&amp;blog=832663&amp;post=158&amp;subd=pepiediptyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hikz, maaf baru bisa posting lagi&#8230;.</p>
<p>Ide penelitian ini berawal dari maraknya penggunaan komputer dan internet di lingkup akademis, pengalaman pribadi dalam mengajar dan memberi tugas, dan keingintahuan saya tentang trigger perilaku yang cenderung mewabah&#8230;.</p>
<p>Abstract :</p>
<p><em>Information technology (IT) devices have offered many facilities for educational process. Unfortunately, some studies have concluded that IT facilities have been misused by some students. The misuse of IT in academic process is called E-Cheating. Some studies have done, but there are only limited studies conducted for IT utilization in Accounting and Management majors. This research is aimed at knowing how the perception of college students towards any actions of E-cheating in academic area is, especially in university that utilizes IT in Accounting and Management. </em><em>The survey has been conducted to more than 400 students of Accounting and Management to explore the students perception towards e-cheating in academic area. There are some results, they are : first, items e-cheating behavior that perceived by lecturers and students are almost the sam, although with different level of perception; second, copy and paste activity without crediting the source is mostly activity do by students; </em><em>third, not all e-cheating behavior perceived by student will provide unfair advantage. </em><em>This study can give a benefit to educational institutions to be taken into account in the compilation of academic code of ethics and analysis of education curriculum that is relevant to the code of ethics in the e-employment.</em></p>
<p><em>download materi (PPT), klik : <a rel="attachment wp-att-162" href="http://pepiediptyana.wordpress.com/2009/01/19/perception-of-college-students-toward-e-cheating/e-cheating-pepie-luciana1/">e-cheating-pepie-luciana1</a></em></p>
<p>Hasil penelitian sederhana ini  menyadarkan kami bahwa<span id="more-158"></span> mahasiswa belum terbiasa menceritakan kembali apa yang telah dipahami. Dosen perlu membimbing mahasiswa dengan tugas-tugas periodik. Ada baiknya dosen memberi tugas berupa menceritakan kembali resume yang telah dibuat (tanpa copy-paste atau ketik ulang), secara mingguan, untuk berlatih menulis, cukup 2-3 halaman sajalah. Selain itu, dosen juga perlu memberi pemahaman tentang pentingnya menghargai hasil karya orang lain dengan mencantumkan sumber sitasi. Bagaimana cara efektif untuk memberi tugas dan memberi pemahaman tersebut? Berilah contoh kepada mahasiswa dari diri sendiri.</p>
<p>Nah, buat mahasiswa, tidak ada salahnya untuk berusaha lebih baik, tidak sekedar copy and paste dan mengakui pekerjaan orang lain sebagai pekerjaannya. Just do the best, no try, mumpung masih muda, masih banyak tenaga, masih kuat melek. Kalau udah lewat masa muda, udah lewat masa coba-coba, makin berat jika ingin berubah menjadi lebih baik, hehehe&#8230;.</p>
<p>Thank you for reading, semoga bermanfaat.<em><br />
</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pepiediptyana.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pepiediptyana.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pepiediptyana.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pepiediptyana.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pepiediptyana.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pepiediptyana.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pepiediptyana.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pepiediptyana.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pepiediptyana.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pepiediptyana.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pepiediptyana.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pepiediptyana.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pepiediptyana.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pepiediptyana.wordpress.com/158/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pepiediptyana.wordpress.com&amp;blog=832663&amp;post=158&amp;subd=pepiediptyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pepiediptyana.wordpress.com/2009/01/19/perception-of-college-students-toward-e-cheating/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a4ce623e14274caf228f290ceb7730b3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pepiediptyana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Intermittent Catheterization</title>
		<link>http://pepiediptyana.wordpress.com/2008/10/23/intermittent-catheterization/</link>
		<comments>http://pepiediptyana.wordpress.com/2008/10/23/intermittent-catheterization/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 13:13:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pepiediptyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pepiediptyana.wordpress.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan saya yang ini ngga ada hubungannya sama sekali dengan akuntansi. Saya ingin berbagi pengalaman saja, mudah-mudahan bermanfaat. Istilah intermittent catheterization saya kenal 3 hari setelah melahirkan secara spontan (normal). Masalahnya, saya tidak bisa buang air kecil, sehingga harus dibantu dengan pipa kateter untuk mengeluarkan urine. Pasang &#8211; lepas kateter dilakukan secara berkala, sehingga disebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pepiediptyana.wordpress.com&amp;blog=832663&amp;post=152&amp;subd=pepiediptyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan saya yang ini ngga ada hubungannya sama sekali dengan akuntansi. Saya ingin berbagi pengalaman saja, mudah-mudahan bermanfaat.</p>
<p>Istilah intermittent catheterization saya kenal 3 hari setelah melahirkan secara spontan (normal). Masalahnya, saya tidak bisa buang air kecil, sehingga harus dibantu dengan pipa kateter untuk mengeluarkan urine. Pasang &#8211; lepas kateter dilakukan secara berkala, sehingga disebut dengan istilah intermittent. Berkala-nya itu ada yang tiap 4 jam, ada yg 6 jam, ada yg 8 jam, ada yg se-kebeletnya. Jadi, kateter tidak nyantol terus di tubuh.</p>
<p>Pertanyaan besar yg muncul adalah: Kenapa kok sampe ngga bisa pipis?</p>
<p><span id="more-152"></span>Karena aktivitas selama hamil tua yang agak tidak terkontrol, refleks otot uretra saya menjadi lemah, sehingga otot tersebut sulit kontraksi untuk mengeluarkan urine. Selain itu, ditunjang oleh proses mengejan yg &#8220;salah&#8221; (saya ngga bisa ngempet ketika baby mau keluar, padahal &#8220;bukaan&#8221; masih belum layak untuk mengejan). Maka, bagi ibu-ibu hamil yg proses pipisnya lama , harus segera bilang ke dokter, supaya bisa segera ditangani. Tentang proses mengejan yg &#8220;salah&#8221;, kayaknya Wallahualam, deh. Saya bener-bener ngga sanggup ngempet, menahan agar baby tidak mendesak keluar. Kalau saya pikir-pikir, setiap kasus melahirkan 90% kehendak Tuhan, hehehe&#8230;. Meski udah latihan senam hamil mulai 6,5 bulan, kadang bisa lupa juga&#8230;.</p>
<p>Nah, karena reflreks otot uretra yg lemah, maka penanganannya hanya dengan latihan pipis. Untuk mengimbangi latihan tersebut, perlu intermitten catheterization untuk mengeluarkan urine selama saya tidak bisa pipis. Kalau kandung kemih terlalu penuh, latihan pipis tidak bisa efektif.</p>
<p>Suatu catatan penting adalah : tidak semua kasus &#8220;tidak bisa pipis&#8221; itu bisa diselesaikan dengan &#8220;banyak minum&#8221;, tapi untuk kasus seperti saya ini, justru minum yg diukur dan diatur. Hati-hati dengan memberi saran, dan menjalankan saran. Kalau diberi saran, bilang terima kasih aja dulu, karena saran adalah bentuk perhatian, meski tidak semua saran itu benar atau layak dicoba&#8230;</p>
<p>Ketika masuk rumah sakit lagi dengan status &#8220;observasi&#8221;, coba catatlah aktivitas-aktivitas. Jam berapa minum, berapa cc, dikateter jam berapa, keluar berapa cc, jam berapa dan berapa lama saya latihan pipis, berapa cc pipis yg bisa keluar normal. Catatan ini berguna untuk melihat progress kesehatan, dan laporkan semua ketika dokter visite.</p>
<p>Bikin catatan medis sendiri tadi berguna juga untuk mengisi kegiatan daripada stress mikir biaya rumah sakit, dan mikir yg ngga-ngga&#8230; hehehe&#8230;. Ketika di rumah sakit, saya lebih mudah mikir yg jelek2 daripada yang bagus2&#8230;. Pikiran jelek ini bisa bikin down, dan munculin penyakit lain. Tekanan darah saya sempat melonjak sampai 140, trus cenut2, dan akhirnya ngga bisa istirahat, trus ngga bisa latihan, deh&#8230; ngga ada untungnya mikir yg negatif-negatif. Disini lah peran besar orang-orang tercinta : yg dapat memahami kita, yg bisa menenangkan dan mengingatkan kita. Berserah diri memang ngga semudah yg dinasihatkan, tapi itu obat yg mujarab.</p>
<p>Jika sedang dalam perawatan dengan Intermittent Catheterization, coba :</p>
<p>1. minum 100cc tiap jam, selama 4 jam. Ntar kan terasa agak kebelet. Jika agak kebelet, cobalah untuk latihan pipis.</p>
<p>2. Lakukan senam / latihan kegel sesuai dengan kemampuan. Gerakan menahan pipis awalnya nahan 6 detik, dan lepaskan. Untuk awal, lakukan 8 kali saja dulu, trus kalau sudah mampu 10 kali. Kalau sudah mampu, tahan 10 detik, 10 kali. Ada macem2 cara untuk kegel. Yang saya lakukan: dengan rebah, tangan kanan di atas perut bawah. Lakukan nafas perut, yaitu dengan tarik nafas panjang melalui hidung dan perut bawah menggembung (tangan kanan di atas perut untuk mengingatkan bahwa yang menggembung adalah perut bawah, bukan dada). Secara bersamaan, kontraksikan untuk menahan pipis. Tahan 6 detik. Setelah itu, hembuskan nafas melalui mulut perlahan dan rilekskan perut bawah, hentikan gerakan menahan pipis.</p>
<p>3. Buatlah jadwal minum, kateter dan latihan. Hentikan minum di jam tidur, supaya bisa istirahat. Misal, start kateter pertama pk. 05.00, kemudian minum 100cc tiap jam s.d. pk. 9, dikateter lagi. Atau, kalau intermittent 6 jam, pukul 11.00 dikateter. Upayakan jadwal minum berakhir pk. 21.00 atau 22.00 agar tidak mengganggu istirahat.</p>
<p>4. Lakukan latihan pipis di antara jam-jam minum.</p>
<p>Saat latihan pipis, tarik nafas dalam-dalam, gunakan nafas perut (ketika menarik nafas, perut bawah &#8211;&gt; di bawah pusar, menggembung. Kalau kita biasanya udah pake nafas dada &#8211;&gt; dada yg menggembung). Kemudian, hembuskan nafas dan dalam hati, pusatkan pikiran dan &#8220;nyebut&#8221;: &#8220;rilekskan uretra&#8230; rilekskan uretra&#8230;&#8221; , atau coba dengan santai aja sambil baca koran, komik, atau brosur. Silakan latihan dengan berbagai posisi: mau berdiri, duduk di kloset, atau ngompol di bed, juga silakan.  Yang penting adalah tenang, enjoy, bisa pipis. Kalau belum bisa, ngga apa, dikateter. Pada waktu itu, saya dikateter setiap 6 jam, tapi kalau udah ngga kuat, bisa minta untuk kateter.</p>
<p>Setiap dikateter, diukur berapa urine yg tersisa (residu urine). Seharusnya, kalau pas ngga kebelet, ya kosong, atau tersisa kurang dari 50cc (kalau ga salah ya, hehehe.. bener atau ngga ya pak dokter?)</p>
<p>Apa ukuran dikatakan &#8220;bisa pipis normal&#8221;? Ukurannya adalah ketika volume urine yg dikeluarkan bisa mencapai paling tidak 50cc. Nah, kalau pipis, pipislah di gelas ukur (yg biasanya bentuknya plastik, gelas yg seperti untuk menuangkan adonan terang bulan/martabak manis) atau urine yang dikeluarkan melalui cara kateter di bawah 50cc. Entah bener atau tidak secara medis, saya pikir Tuhan bikin &#8220;kran&#8221; urine udah standar, tiap pipis seringkali kelipatan 50cc. Coba aja ukur sendiri, entah minum diatur atau tidak, kalau pipis normal, yg keluar rata-rata adalah kelipatan 50cc.</p>
<p>Efek sampingnya kateter? Iritasi. Namanya juga benda asing masuk ke dalam tubuh. Apa tanda-tandanya iritasi? Biasanya diawali dengan gatal, trus agak panas, kateter sulit masuk. Kapan mulai iritasi? Tergantung daya tahan setiap orang. Saya mulai iritasi setelah 10 hari <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':-(' class='wp-smiley' />  Mudah-mudahan, bagi yang sedang mengalami kasus seperti yg pernah saya alami, segera sembuh dan tidak pernah iritasi</p>
<p>Bagaimana jika intermittent catheter ngga berhasil-berhasil, udah lebih dari 10 hari, misalnya? &#8230; Ya, ngga ada salahnya pake pengobatan alternatif <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />  Tapi, pilih alternatif yang agak medis lah&#8230; Misal, akupunktur, atau totok darah, atau apa lah&#8230;. sesuai denghan kasus. Karena kasus saya adalah lemah otot uretra, saya ke pengobatan alternatif &#8220;slentik&#8221;, di klenteng daerah jalan Cokroaminoto, Surabaya (<em>note:</em> terima kasih banyak, Pak Har. Terima kasih juga buat tante Rini, om Santoso, Bapak, Ibu, mbak Ike, dan suamiku&#8230;). Menurut saya, sifatnya seperti akupunktur. Alhamdulillah berhasil. Setelah pengobatan alternatif, apakah latihan-latihan yang saya jalani itu percuma? Tentu tidak. Sebelum ke pengobatan alternatif, urine yang keluar hanya 2-5cc, setelah itu urine bisa keluar 20 cc, dengan latihan nafas. Urine yang keluar masih dengan rasa nyeri dan ngilu. Untuk mengurangi rasa ngilu tersebut, metode pipis yang dipakai adalah metode seperti saat latihan, jadi gunakan nafas perut. Tidak lama kemudian, urine bisa keluar 30cc, 40cc, dan dalam sehari bisa rata-rata 50 -70 cc, sampai 100cc setiap pipis. Pengobatan alternatif tersebut sebagai katalisator latihan, dan Alhamdulillah efektif.</p>
<p>Intermittent catheter dihentikan setelah pipis sudah bisa normal. Tapi, minum tetap harus teratur, untuk mencegah atau menyembuhkan iritasi.</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pepiediptyana.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pepiediptyana.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pepiediptyana.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pepiediptyana.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pepiediptyana.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pepiediptyana.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pepiediptyana.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pepiediptyana.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pepiediptyana.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pepiediptyana.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pepiediptyana.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pepiediptyana.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pepiediptyana.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pepiediptyana.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pepiediptyana.wordpress.com&amp;blog=832663&amp;post=152&amp;subd=pepiediptyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pepiediptyana.wordpress.com/2008/10/23/intermittent-catheterization/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a4ce623e14274caf228f290ceb7730b3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pepiediptyana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Academic Cheating (Kecurangan Akademis)</title>
		<link>http://pepiediptyana.wordpress.com/2008/08/27/academic-cheating-kecurangan-akademis/</link>
		<comments>http://pepiediptyana.wordpress.com/2008/08/27/academic-cheating-kecurangan-akademis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 15:31:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pepiediptyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pepiediptyana.wordpress.com/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[Teknologi memang diciptakan untuk memudahkan seseorang untuk melakukan pekerjaan, termasuk melakukan kecurangan. Contoh, desain keyboard yang memudahkan untuk proses editing, ternyata juga memfasilitasi copy-cut-paste para pelaku plagiat. Tengoklah ke keyboard: huruf X (ctrl+X = cut), C (ctrl+C = copy) dan V (ctrl+V=paste) kan mepet2 tuh&#8230; Bicara tentang kecurangan, khususnya di bidang akademik, Wood dan Warnken [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pepiediptyana.wordpress.com&amp;blog=832663&amp;post=144&amp;subd=pepiediptyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teknologi memang diciptakan untuk memudahkan seseorang untuk melakukan pekerjaan, termasuk melakukan kecurangan. Contoh, desain keyboard yang memudahkan untuk proses editing, ternyata juga memfasilitasi copy-cut-paste para pelaku plagiat. Tengoklah ke keyboard: huruf X (ctrl+X = cut), C (ctrl+C = copy) dan V (ctrl+V=paste) kan mepet2 tuh&#8230;</p>
<p>Bicara tentang kecurangan, khususnya di bidang akademik, Wood dan Warnken (2004) dua orang peneliti tentang e-cheating mengklasifikasikan 8 jenis aktivitas yang tergolong dalam kecurangan akademik, yaitu:</p>
<p>1. Plagiat (plagiarism), yaitu aktivitas seseorang yang meniru (<em>imitate</em>) dan/atau mengutip (secara identik tanpa modifikasi) pekerjaan orang laen <strong>tanpa mengungkapkan/menyebutkan nama penulis sebelumnya</strong>, dan meng-klaim bahwa tulisan tersebut adalah hasil karyanya. Orang yang melakukan ini disebut: plagiarist. Cut atau copy then paste ngga dosa, selama mencantumkan sumber (nama penulis, tahun, dst) yang sebelumnya.</p>
<p>2. Collussion, yaitu unofficial collaboration (maksudnya, kerjasama yang tidak diijinkan) antara dua orang atau lebih (baik antar siswa maupun antara siswa dengan dosen/guru) untuk mengerjakan tugas atau ujian, agar salah satu pihak atau kedua pihak diuntungkan dengan nilai yang diperoleh.</p>
<p>3. Falsification, yaitu memasukkan hasil pekerjaan orang laen, yang sudah diganti namanya, dan diakui sebagai pekerjaannya.</p>
<p>4. Replication, yaitu memasukkan / mengumpulkan hasil pekerjaan / tugas yang sama, baik seluruhnya maupun sebagian (a piece of work) ke dalam lebih dari satu media, dengan tujuan supaya mendapat nilai atau kredit/poin tambahan. Jadi gini, kalo ada dosen yang memasukkan artikelnya di lebih dari satu jurnal penerbitan, baik tulisannya itu utuh atau dipotong-potong tapi isinya sama aja, dengan tujuan untuk memperoleh kredit yang banyak, nah, itu tergolong dalam aktivitas ini. Demikian juga dengan siswa, jika ada tugas untuk satu mata kuliah digunakan lagi untuk mata kuliah yang lain, juga tergolong dalam aktivitas ini.</p>
<p>5.  Membawa dan/atau menggunakan catatan atau perangkat yang tidak diijinkan (secara ilegal) selama ujian. Misal, ngrepek, nyimpen rumus di kalkulator, PDA, dsb.</p>
<p>6. Memperoleh dan/atau mencari copy soal dan/atau jawaban ujian.</p>
<p>7. Berkomunikasi atau mencoba berkomunikasi dengan sesama peserta ujian selama ujian berlangsung</p>
<p>8. Menjadi pihak penghubung antar peserta ujian yang bekerjasama/melakukan kecurangan, atau menjadi orang yang pura-pura tidak tahu jika ada yang sedang melakukan kecurangan.</p>
<p>Nah, itulah aktivitas yang tergolong dalam academic cheating. Pengklasifikasian aktivitas tersebut rata-rata sama, berdasarkan artikel penelitian dari Wood dan Warnken (2004), Morris dan Killian (2002), Jones, Reid dan Bartlett (2006).</p>
<p>Pesan sponsor: Berbanggalah dengan hasil karya sendiri, dan hargailah originalitas pekerjaan orang laen&#8230;. <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bahan bacaan :<span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;">Jones, Karl., O, Reid, Juliet M.C., and Bartlett, Rebecca. 2006. Views of Academics on Academic Impropriety: Work in Progress. <em>International Conference on Computer Systems and Technologies – CompSysTech’2006</em>. pp. IV.8-1 – 8-6.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;">Morris, Sr., David E., and Killian, Claire McCarty. 2006. Do Accounting Students Cheat? A Study Examining Undergraduate Accounting Students Honesty and Perceptions of Dishonest Behavior. <em>Journal of Accounting, Ethics and Public Policy</em>, Volume 5 No. 3, <a href="http://www.ssrn.com/abstract=1010277">http://www.ssrn.com/abstract=1010277</a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-27pt;">Wood, Gail<sup> </sup>and Warnken, Paula. 2004. Managing Technology,<span> </span>Academic Original Sin: Plagiarism, the Internet, and Librarians. <em>Journal of Academic Librarianship</em>, May2004, Vol. 30 Issue 3, p237-242</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pepiediptyana.wordpress.com/144/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pepiediptyana.wordpress.com/144/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pepiediptyana.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pepiediptyana.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pepiediptyana.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pepiediptyana.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pepiediptyana.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pepiediptyana.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pepiediptyana.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pepiediptyana.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pepiediptyana.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pepiediptyana.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pepiediptyana.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pepiediptyana.wordpress.com/144/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pepiediptyana.wordpress.com/144/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pepiediptyana.wordpress.com/144/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pepiediptyana.wordpress.com&amp;blog=832663&amp;post=144&amp;subd=pepiediptyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pepiediptyana.wordpress.com/2008/08/27/academic-cheating-kecurangan-akademis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a4ce623e14274caf228f290ceb7730b3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pepiediptyana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Topik Penelitian Akuntansi</title>
		<link>http://pepiediptyana.wordpress.com/2008/06/29/topik-penelitian-akuntansi/</link>
		<comments>http://pepiediptyana.wordpress.com/2008/06/29/topik-penelitian-akuntansi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 14:46:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pepiediptyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pepiediptyana.wordpress.com/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[Saya merangkum beberapa hasil penelitian tentang topik apa saja yang dapat dibahas di penelitian akuntansi. Ternyata, topik akuntansi keuangan (yang berbau saham, obligasi, dll) masih mendominasi. Lalu, apakah jika suatu penelitian akuntansi tidak membahas saham, apakah dapat dikatakan bahwa penelitian tersebut bukanlah penelitian akuntansi? Ternyata nggak juga&#8230;.. Beberapa peneliti tentang perkembangan penelitian akuntansi menggunakan indikator [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pepiediptyana.wordpress.com&amp;blog=832663&amp;post=142&amp;subd=pepiediptyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya merangkum beberapa hasil penelitian tentang topik apa saja yang dapat dibahas di penelitian akuntansi. Ternyata, topik akuntansi keuangan (yang berbau saham, obligasi, dll) masih mendominasi. Lalu, apakah jika suatu penelitian akuntansi tidak membahas saham, apakah dapat dikatakan bahwa penelitian tersebut bukanlah penelitian akuntansi? Ternyata nggak juga&#8230;.. Beberapa peneliti tentang perkembangan penelitian akuntansi menggunakan indikator jenis rujukan untuk mengelompokkan bahwa suatu penelitian adalah penelitian akuntansi. Maksudnya, jika referensi penelitian didominasi oleh jurnal akuntansi atau buku akuntansi, maka penelitian  tersebut tergolong dalam penelitian akuntansi.</p>
<p><span> Oler, Oler and Skousen (2008 ) membagi topik penelitian akuntansi menjadi tiga topik: akuntansi keuangan, akuntansi manajerial, pengauditan, perpajakan, <em>governance</em> (<em>corporate governance </em>dan pengendalian), dan topik lain-lain (edukasi, sejarah, ujian CPA, dan sebagainya yang tidak ada di pembagian topik sebelumnya). Mereka menyatakan bahwa </span>suatu penelitian dapat dikatakan sebagai penelitian akuntansi jika penelitian tersebut menunjukkan pengaruh kejadian ekonomi (<em>economic events</em>) terhadap proses pengikthisaran, analisis, pemverifikasian, dan pelaporan informasi keuangan yang terstandar, serta pengaruh dari informasi yang disajikan terhadap kejadian ekonomi (<em>economic events</em>).</p>
<p><!--[if !supportLists]--></p>
<p>Efendi, Mulig, dan Smith (2006) menyimpulkan bahwa terdapat kesenjangan topik penelitian antara akuntansi keuangan dengan sistem informasi. Di lingkup jurnal akademis, terjadi peningkatan pemuatan artikel dengan topik akuntansi keuangan, namun hanya sedikit artikel sistem informasi akuntansi (SIA) yang dimuat. Di lingkup jurnal profesi, justru sebaliknya. Peningkatan jumlah artikel SIA yang dimuat terjadi di lingkup jurnal profesi. Kelangsungan profesi staf pengajar di bidang SIA dapat terancam. Mereka menyebutkan pula bahwa jurnal terkenal dan terspesialisasi di bidang SIA dan teknologi informasi adalah <em>Journal of Information Systems </em>(JIS), <em>Journal of Emerging Technologies in Accounting </em>(JETA) – yang keduanya merupakan terbitan American Accounting Association (AAA), dan <em>International Journal of Accounting Information Systems</em>.<span style="font-size:12pt;line-height:150%;"> </span></p>
<p>Indra Wijaya Kusuma (2003), mengklasifikasikan penelitian akuntansi keperilakuan ke dalam 5 (lima) kelompok schools (dasar aliran), yaitu : (1) Pengendalian manajerial, (2) Pemrosesan informasi akuntansi, (3)Perancangan SIA, (4) Pengauditan, dan (5) Sosiologi organisasional. Isu di bidang Pemrosesan Sistem Informasi Akuntasi adalah isu yang terkait dengan bagaimana pengguna (user) memproses informasi. Tema utamanya, biasanya adalah bagaimana pengguna melihat peran pengungkapan akuntansi dan informasi akuntansi. Isu Perancangan SIA adalah mengenai perilaku dalam merancang sistem informasi suatu organisasi. Isu ini agak kabur dan samar dengan isu mengenai pemrosesan informasi akuntansi. Dua topik utama dalam isu ini adalah mengenai rancangan laporan dan pemilihan kebijakan akuntansi.</p>
<p>Sofyan (2002) menjelaskan bahwa ruang lingkup penelitian akuntansi dapat dikelompokkan menjadi akuntansi keuangan, akuntansi manajemen, pasar uang dan modal, auditing, pajak, sistem informasi akuntansi, trend baru akuntansi, serta topik lainnya.</p>
<p>Trend penelitian normatif akuntansi keuangan yang booming di jamannya Ball and Brown tahun 1968, mungkin yang menyebabkan akuntansi identik dengan akuntansi keuangan. Kini, topik penelitian akuntansi tidak terbatas pada akuntansi keuangan. Mudah2an saja topik-topik penelitian akuntansi selain akuntansi keuangan terus dapat eksis supaya ilmu akuntansi tetap berkembang. Ilmu pengetahuan berkembang akibat adanya penelitian, bukan?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pepiediptyana.wordpress.com/142/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pepiediptyana.wordpress.com/142/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pepiediptyana.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pepiediptyana.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pepiediptyana.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pepiediptyana.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pepiediptyana.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pepiediptyana.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pepiediptyana.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pepiediptyana.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pepiediptyana.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pepiediptyana.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pepiediptyana.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pepiediptyana.wordpress.com/142/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pepiediptyana.wordpress.com/142/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pepiediptyana.wordpress.com/142/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pepiediptyana.wordpress.com&amp;blog=832663&amp;post=142&amp;subd=pepiediptyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pepiediptyana.wordpress.com/2008/06/29/topik-penelitian-akuntansi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a4ce623e14274caf228f290ceb7730b3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pepiediptyana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Buku Akuntansi Sektor Publik</title>
		<link>http://pepiediptyana.wordpress.com/2008/05/08/buku-akuntansi-sektor-publik/</link>
		<comments>http://pepiediptyana.wordpress.com/2008/05/08/buku-akuntansi-sektor-publik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 14:48:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>pepiediptyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akuntansi Sektor Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://pepiediptyana.wordpress.com/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Membaca buku bisa menyenangkan, dan bisa membingungkan. Tapi tenang&#8230;. menurut saya, bingung itu adalah suatu proses pembelajaran. Jadi, berbanggalah, jika ketika membaca, kita merasa bingung. Dengan bingung, akan ada rasa ingin tau, terus&#8230; dan terus&#8230; dan terus&#8230;. akhirnya, kita terus mencari jawaban kebingungan itu dengan membaca lagi, bukan dengan merepotkan atau membingungkan orang laen dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pepiediptyana.wordpress.com&amp;blog=832663&amp;post=138&amp;subd=pepiediptyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Membaca buku bisa menyenangkan, dan bisa membingungkan. Tapi tenang&#8230;. menurut saya, bingung itu adalah suatu proses pembelajaran. Jadi, berbanggalah, jika ketika membaca, kita merasa bingung. Dengan bingung, akan ada rasa ingin tau, terus&#8230; dan terus&#8230; dan terus&#8230;. akhirnya, kita terus mencari jawaban kebingungan itu dengan membaca lagi, bukan dengan merepotkan atau membingungkan orang laen dengan kebingungan kita&#8230;. &#8211;&gt; Nah lho, terlalu banyak kata &#8220;bingung&#8221; disini, sehingga saya membuat Anda pun menjadi bingung&#8230;. :-p</p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-indent:-18pt;"><span style="font-size:11pt;font-family:Symbol;"><span> </span></span></p>
<p>Bagi Anda yang ingin bingung (dan/atau ingin tahu) tentang topik Akuntansi Sektor Publik, ada beberapa buku yang menarik (menurut saya lagi, hehehe&#8230;..), yaitu :</p>
<ul>
<li><strong>Indra Bastian, 2006, Akuntansi Sektor Publik : Suatu Pengantar</strong>, <a href="http://www.erlangga.co.id/">Penerbit Erlangga</a> &#8211; Jakarta. &#8211;&gt; menurut saya, buku ini yang menarik adalah bagian membuat indikator kinerja, pelaporan kinerja sektor publik. Buku ini komprehensif, di chapter 1 yang menjelaskan karakteristik ASP cukup menarik, teori akuntansi keuangan juga ada, sumber referensi kutipannya juga jelas, jadi bisa browse sumber aslinya jika ada kutipan yang kurang kita mengerti di buku ini, atau ada kutipan yang menarik untuk ditelusur.  Oiya, di dua chapter terakhir, ada bab otoda dan pilkada&#8230;.</li>
<li><strong>Abdul Halim, 2007, Akuntansi Keuangan Daerah </strong>(edisi ketiga), penerbit: <a href="http://www.penerbitsalemba.com/">Salemba Empat &#8211; Jakarta</a>. &#8211;&gt; wah, buku ini menarik karena memberi gambaran praktik yang terjadi saat ini. Penulis menyajikan cara-cara menjurnal, ada dua versi : dengan jurnal kolorari, dan tanpa jurnal kolorari, nama-nama akun di laporan keuangan daerah, bagaimana integrasi antar akun-nya. Meski singkat, tapi cukup memberi gambaran. Oleh karena menunjukkan praktik yang sedang terjadi, maka buku ini mungkin saja akan cepat muncul edisi revisi, sesuai dengan kepmen yang berlaku. Bahasan tentang teori akuntansi-nya masih terbatas, tapi cocok untuk kita yang pengen tahu praktiknya</li>
<li><strong>Forum Dosen Akuntansi Sektor Publik, 2006, Telaah Kritis Standar Akuntansi Pemerintah</strong>, penerbit : BPFE UGM Yogyakarta. &#8211;&gt; buku ini ditulis oleh banyak orang, berupa kumpulan artikel2. Namanya juga &#8220;telaah kritis&#8221;, jadi ya gitu deh, banyak mengupas tentang Standar Akuntansi Pemerintah berdasarkan teori akuntansi.</li>
<li><strong>Forum Dosen Akuntansi Sektor Publik, 2006, Telaah Kritis Buletin Teknis Standar Akuntansi Pemerintah, </strong>penerbit : BPFE UGM Yogyakarta. &#8211;&gt; Ini juga menarik (buat saya). Telaah terhadap Buletin SAP dengan membandingkan antara teori akuntansi dengan apa yang ada di Buletin SAP, dan dampak2nya.</li>
<li><strong>Deddi Noordiawan, 2006, Akuntansi Sektor Publik</strong>, penerbit : <a href="http://www.penerbitsalemba.com/">Salemba Empat </a>- Jakarta. &#8211;&gt; menurut saya, cocok untuk overview / sekilas pandang tentang akuntansi sektor publik, dan metoda penganggaran sektor publik.</li>
<li><strong>Imam Ghozali, 2008, Akuntansi Keuangan Pemerintah Pusat (APBN) dan Daerah (APBD)</strong>, penerbit : Badan Penerbit Univ. Diponegoro &#8211; Semarang. &#8211;&gt; Cetakannya sederhana,  tampilannya juga. Mungkin ini sengaja agar harganya bisa terjangkau. Sesuai judulnya, fokus buku ini adalah pada akuntansi pemerintahan. Yang menarik, prof. Imam ingin menyajikan keterkaitan antara laporan keuangan daerah dengan laporan keuangan pusat.</li>
</ul>
<p>Sementara itu dulu&#8230;.</p>
<p>Kalau ingin tau tentang akuntansi sektor publik, tapi untuk entitas selain Pemerintahan, sudah ada juga buku-bukunya&#8230;. misal, Akuntansi untuk Yayasan dan lembaga lain, yang ditulis oleh Dr. Indra Bastian. Walaupun, di dalam buku yang judulnya : &#8220;Akuntansi Sektor Publik&#8221;, umumnya juga ada 1-2 chapter yang membahas akuntansi untuk entitas non-pemerintah. Buku-buku Akuntansi Sektor Publik selain di atas juga ada&#8230;</p>
<p>Kalau boleh saya katakan bahwa : jika bidang akuntansi dan manajemen itu masing-masing digambarkan sebagai kurva, ada irisan antara kedua bidang tersebut, maka buku manajemen terpilih pun perlu disimak&#8230; Buku yang berupa kumpulan artikel ilmiah karya beberapa dosen di Forum Dosen Akuntansi Sektor Publik berjudul <strong>Runtuhnya Sistem Manajemen Keuangan Daerah (2006)</strong>, juga menarik. Buku ini diterbitkan oleh BPFE UGM Yogyakarta.</p>
<p>Saya rasa semua buku pasti ada sisi yang baru, berbeda dengan buku lain, dan menarik&#8230;.  Yang menarik bagi saya, belum tentu menarik bagi Anda, bukan? <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/pepiediptyana.wordpress.com/138/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/pepiediptyana.wordpress.com/138/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/pepiediptyana.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/pepiediptyana.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/pepiediptyana.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/pepiediptyana.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/pepiediptyana.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/pepiediptyana.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/pepiediptyana.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/pepiediptyana.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/pepiediptyana.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/pepiediptyana.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/pepiediptyana.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/pepiediptyana.wordpress.com/138/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/pepiediptyana.wordpress.com/138/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/pepiediptyana.wordpress.com/138/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=pepiediptyana.wordpress.com&amp;blog=832663&amp;post=138&amp;subd=pepiediptyana&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://pepiediptyana.wordpress.com/2008/05/08/buku-akuntansi-sektor-publik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a4ce623e14274caf228f290ceb7730b3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pepiediptyana</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
