jump to navigation

metoda e-learning: bukan hanya aware dengan IT March 2, 2007

Posted by pepiediptyana in Uncategorized.
trackback

Medio tahun lalu, Jurusan Akuntansi STIE Perbanas Surabaya mendapat Hibah Kompetisi A3 dari Dikti. Bu Luciana nelpon saya: “Dikau saja ya yang pegang program R2. Intinya tentang E-Learning!”… Saya bengong, keder. Tadinya udah seneng banget ada kabar kampus kita dapet hibah, seneng juga bisa bantu… Tapi…. e-learning?? .. Saya langsung keder sama huruf “e” -nya… Kemampuan komputer saya pas-pasan…

Beruntung saya, tim Eager betul2 memberi dukungan spiritual kepada saya (kalo dukungan materi, kayaknya ntar tunggu kalo udah dapet “itu”… Ups!) Ibu Nurmala – Ketua Pelaksana Program HK, mengingatkan: “Dik,… Intinya, kita pengen lulusan kita ngga gaptek kan… ” Saya masih gamang, masa’ saya harus menyulap  STIE Perbanas Surabaya menjadi kampus yang serba futuristik (lebih ngeri lagi, jika saya merasakan kondisi infrastruktur negara kita yang … ehm, yah…. cukuplah….ehm, cukup memprihatinkan, hehehe….).

Langkah awal untuk menjawab pertanyaan “where do I begin?”, atau “what should I do to start it?” adalah mengumpulkan definisi e-learning. Mba Mala pun bantu cari, mba Luci juga, Pak Djuwito juga mau meminjamkan buku saku e-learning kepada saya, pak Budi yang pengetahuan komputer dan jaringannya mendapat predikat Top Banget (versi saya),  rela njelasin setiap pertanyaan ngga penting dari saya tentang komputer, atau jaringan… (meski saya mabok dengan kepulan asap rokoknya).

Meeting demi meeting dilalui (hampir tiap Sabtu kami “rekreasi” ke kampus, sampai sekarang… hikz….), untuk sharing apa yg saya pahami, sampai dengan membahas content dari e-learning. Kami — Eagerian — pun bersepakat bahwa metoda pemelajaran dengan e-learning bukanlah metoda yang semata-mata menggunakan peralatan IT yang canggih, tapi justru menuntut kemampuan softskills: komunikasi. Menurut saya, nafas e-learning adalah komunikasi, karena terdapat interaksi antar peserta didik dan antara dosen sebagai fasilitator dengan para peserta didiknya. Perkembangan teknologi informasi yang pesat tidak memungkinkan kita untuk belajar sendiri, tapi kita bisa belajar bersama melalui media suatu komunitas.  Oleh karena itu, kami mengawali langkah e-learning dengan Community Development pada kegiatan R2: Peningkatan IT Awareness untuk Lulusan Jurusan Akuntansi.

Comments»

1. Prayogi - March 6, 2007

saya dukung bu… soalnya sy kadang2 males juga harus bolak2 ke kampus, klo bisa belajar dari rumah kan enak ^_^ sukses!

2. pepiediptyana - March 7, 2007

trimakasih Yogi….🙂

3. djuwito - March 7, 2007

selamat bu, Anda telah melewati masa keder dan bengong kan ?, karena beberapa hari yang lalu Anda telah berhasil menyelenggarakan workshop e-learning “peningkatan IT awareness” , sehingga teman-teman termasuk saya ikut kecipratan ilmu dari Mr. Romi. asyik..asyik !

4. pepiediptyana - March 7, 2007

hehehe…. thank’s pak! Event 1-2 Maret kemarin masih warming up, pak… makasi buat partisipasi pak Djuwito…

5. Donny Mahendra Basket 2000 - March 16, 2007

semoga sukses e-learning nya Bu,hingga kualitas perbanas benar2 meningkat n lulusan Perbanas jd gk gaptek sehingga bs bersaing dgn Universitas terkemuka lainnya trus bs dibanggain alumni nya he..he..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: