jump to navigation

Ketika saya belajar membuat tayangan dengan powerpoint… March 8, 2007

Posted by pepiediptyana in Uncategorized.
trackback

Powerpoint, adalah satu-satunya software yang saya kuasai untuk membuat tayangan presentasi. Tapi ternyata menguasai materi presentasi jauh lebih penting daripada menguasai Powerpoint….

Pertama kali saya presentasi di depan prof. Abdul Halim, saya dapat komentar: “lain kali, kalau mau presentasi, baca dulu, belajar dulu! Bukan baca untuk belajar disini… Saya ngga ngerti kamu tadi cerita apa… Emang, kamu juga ngerti bribe itu apa?”….  (kebetulan, artikel yg saya bawakan bertopik: bribe)….  Iya,  prof. Halim betul. Saya tidak paham dengan apa yg saya presentasikan. Saya hanya membacakan powerpoint, copy-paste dari MsWord terjemahan, ke slide msPowerpoint.

Waktu saya presentasi tentang Philosophy of Science di kelas Prof.Abdul Halim bertanya:

Gambar Awan “Pep! tu kamu pasang gambar awan maksudnya apa?”… Saya kaget. Dalam hati: “kok… pertanyaannya ngga penting?….” (aduh, maaf prof., saya sempat mbatin gitu, hehehe…). Saya bengong. Tapi mikir juga: “iya juga ya…. ngapain aku masang gambar awan disitu….”

Saya ingat2 lagi kronologis kejadian ketika saya berusaha memahami artikel sekitar 45 halaman ini….  Saya baca 2 kali, baru bisa menerjemahkan kalimat per kalimat (artikel Bahasa Inggris, dan bagi saya bahasanya “ilmiah” banget, ngga seperti Bahasa Inggris di film2, dan saya kapok dengan Transtool, abis… menerjemahkan overhead cost kok jadi “biaya di atas kepala”).  Saya baca lagi paragraf per paragraf, saya ceritakan lagi tertulis, eh, masih juga berupa kalimat2…  Saya baca lagi… total 5 kali. Akhirnya saya baru bisa membuat gambar… kemudian skema…. kemudian saya paksa mba Wiwin (teman saya yang kebetulan ngembalikan buku ke kost) untuk dengerin cerita yang saya gambarkan… Dia tampak manggut2… (entah ngerti beneran, atau tidak).

Kemudian, saya lanjutkan penjelasan saya ke pak Abdul Halim: “prof, saya pakai gambar awan untuk menunjukkan bahwa dalam suatu penelitian, terdapat area yang unobservables , karena keterbatasan metoda penelitian yang ia gunakan. Disebutkan oleh penulis artikel ini: seorang peneliti sering terfokus pada metoda yang ia suka, atau yang ia rasa  cocok tapi tidak fokus pada tujuan penelitian…. bla..bla…bla…” Akhirnya, saya bisa melanjutkan  melanjutkan presentasi saya.

Pengalaman saya yang lain, adalah ketika presentasi penelitian, saya menggambarkan tanda panah dari kumpulan variabel X (politik) ke kumpulan variabel Y (pemanfaatan informasi kinerja). Panah itu panah 1 arah, dari X ke Y. Lagi-lagi, prof. Abdul Halim menanyakan kepada saya: “Pep, itu panahmu kok cuma satu arah, maksudnya gimana?” Kali ini, saya jelaskan, bahwa hipotesisnya adalah pengaruh variabel X terhadap variabel Y, jadi, makna tanda panah satu arah tadi adalah “pengaruh” variabel X ke variabel Y… Dan gambar kotak di yang melingkupi X ini, menunjukkan bahwa variabel X terdiri dari komponen variabel X (politik) yaitu dukungan pihak intern dan dukungan pihak ekstern, …bla…bla…  Jadi, gambar kotak  menunjukkan “variabel”.

Aaahhh…, akhirnyaaa…. saya bisa menjelaskan gambar dan ngga cuma menerjemahkan artikel. Akhirnyaaaa…. saya punya cara sendiri untuk membuat tayangan dengan powerpoint, yaitu:

baca materi –> pahami materi –> resume –> oret2 gambar –> ceritakan kembali.

lho? powerpointnya, mana?? Oh, ternyata, powerpoint itu suatu alat yg akan sangat membantu saya untuk sharing pemahaman dan pengetahuan saya ke audience.

Demikianlah kisah ketika saya belajar membuat tayangan dengan powerpoint..

terima kasih kepada bapak Abdul Halim dan semua dosen UGM yang telah membuat masa kuliah saya menjadi bermakna….

Comments»

1. Yani - March 16, 2007

Saya setuju banget. Yang penting adalah menguasai materinya. Powerpoint hanya teknik presentasi. Dan yang harus dihindari adalah membaca powerpoint. Tp terangkanlah materi yang ada di power point sehingga alat tsb benar2 membantu presentasi kita.
Sukses selalu ya.

2. Free Download Slides!! - Intermediate Accounting Kieso 12th ed. « pepie diptyana - March 23, 2007

[…] Hati-hati… jangan harap slide bisa menggantikan buku karena slide hanyalah intisari materi berdasarkan pemahaman si pembuat powerpoint. Kita tidak akan bisa memahami materi jika hanya membaca slide. Kita hanya bisa mereka-reka pemahaman. Masih ingat bukan, bagaimana cara membuat tayangan dengan powerpoint? […]

3. Persiapan UTS & Kelanjutan Perkuliahan « Sistem Informasi Akuntansi/Manajemen - April 20, 2007

[…] Setelah UTS, perkuliahan akan dilanjutkan dengan pembagian tugas kelompok seperti dalam file Kel. SIA  dan  Kel. SIM.  Diharapkan mahasiswa lebih berusaha mempersiapkan diri dalam mempresentasikan materi dan dapat menjawab pertanyaan dengan baik. Untuk dapat menjawab pertanyaan dengan baik, mahasiswa harus membaca materi yang dipresentasikan jangan hanya menyiapkan materi file powerpoint seperti pengalaman bu Pepie dalam menyiapkan materi presentasi (baca “Ketika saya belajar membuat tayangan dengan power point” pada https://pepiediptyana.wordpress.com/2007/03/08/ketika-saya-belajar-membuat-tayangan-dengan-powerpoint…) […]

4. Raditya - August 2, 2007

Entah kenapa setiap Prof. yang saya temui pertanyaan selalu “ASAL”. Entah ngak tau or Emang udah tau saya sendiri belum pernah mendapatkan jawaban langsung dari Prof. Tapi dari pengalaman beberapa teman-2 saat menyelesaikan tulisan
“Prof. Saya tidak bisa mengimplentasikan secara langsung hasil dari rumus ini. Apa jawaban Prof “Biarin aja, nanti orang teknisi yang membuktikan di alatnya. Tugas kamu Cuman menurunkan Rumus ini!!!” Dari jawaban tersebut saya berfikir, kok seorang Prof bisa menjawab seperti itu ?

5. pepiediptyana - August 2, 2007

to mas Raditya, tenang… anggap aja prof sedang bete…dan mungkin semua prof yang ditemui memang sedang bete juga… tapi pasti bukan mas Raditya penyebab ke-bete-an mereka…😉 Di saat2 ketidakpuasan hadir, di situlah kemampuan menahan diri kita sedang diuji, menyelaraskan logika dan emosi memang sulit…. :-l

6. satriyo - October 10, 2007

Hallo Mbak Pepi, salam kenal. Wah jadi inget Pak Abdul Halim. Saya sudah jadi mahasiswanya waktu jaman dia masih MBA, trus ngambil S3 di UGM. Eh sekarang dalam waktu singkat udah dapet Prof (walau saya sempat kaget juga sih, tapi kata tukul, don’t judge the book by the cover). Si Cabe Rawit ini memang dosen fav saya, dosen paling lucu. Tapi apa kebijakannya yang “beli buku dia di AA YKPN pasti dapet C” masih berlaku?

7. Tuti JR - January 14, 2008

Setelah membaca pengalaman di atas, saya memahami dan setuju bahwa power point itu suatu alat penyampaian pesan dari penyaji kepada yang disajikan. Oleh karena itu, saya pun berkecenderungan apabila kita harus selalu berhati-hati dalam pemilihan gambar, background dan asesoris lainnya sehubungan dengan materi yang akan disajikan. Karena. apabila hal tersebut diabaikan, apa yang kita sajikan akan tidak sampai, tidak dimengerti apalagi dipahami oleh penerima (yang disajikan).
Saya menunggu… pengalaman lainnya….

8. tyo - October 14, 2008

alow cemua nih q nak awam yang mulai belajar berdiri ,bantu aq yaw’bagaimana sih cara biar tampilan dalam presentasi tu menarik,,q juga minta tolong lo da gambar gambar yang bagus bwt presentasi , matur TQ

9. Vidya Ria S - February 21, 2010

Buat aQ,, ppt tu juga harus menarik perhatian audience selain hal2 d atas tadi,, gag jarang audience boring liat slide yang gtu2 aza,, tau2 ngantuk truss tidur dahhh,, jadi harus ditambah menarik perhatian jg,, tp klo awan2 yg di critain d atas kayaknya biasa aza,, mungkin perlu d kasih efek2 yang bagus…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: