jump to navigation

Secuil tentang Hubungan antara Anggaran dan Akuntansi March 20, 2007

Posted by pepiediptyana in Uncategorized.
trackback

Ketika sumberdaya yang dimiliki entitas, bahkan seseorang, itu terbatas, sementara ada berbagai kebutuhan harus dipenuhi, maka mau tidak mau kita melakukan pengalokasian sumberdaya. Kapan alokasi itu dilakukan? Tentunya sebelum aktivitas pemenuhan kebutuhan, bukan? Sifatnya berupa “rencana”. Rencana ini tidak hanya berupa rencana belanja, tetapi juga rencana pendapatan, sehingga kita memiliki ancar2 akan digunakan untuk apa saja pendapatan yang diperoleh tersebut. Kalau perlu, rencana belanja dari pendapatan sekarang dapat meningkatkan pendapatan perioda berikutnya, sehingga kita memiliki sumber daya yang unrestricted lebih banyak, dan lebih fleksibel menggunakannya. Aktivitas perencanaan terhadap sumberdaya inilah yang dikatakan sebagai Penganggaran. Apakah rencana yang baik akan menghasilkan output yang baik? Tentu saja. Dengan syarat adanya pengendalian.
Oleh karena sifatnya yang “rencana”, anggaran dapat mengungkapkan apa yang akan dilakukan suatu entitas di masa mendatang. National Committee on Governmental Accounting (NCGA) yang saat ini menjadi Governmental Accounting Standard Board (GASB) mendefinisikan Anggaran (budget) sebagai: … rencana operasi keuangan, yang mencakup estimasi pengeluaran yang diusulkan, dan sumber pendapatan yang diharapkan untuk membiayainya dalam periode waktu tertentu” (dalam Indra Bastian, 2006). Dalam lingkup manajemen sektor publik, penganggaran dan akuntansi bermakna sebagai planning dan controlling (Nyland dan Pettersen, 2004). Maksudnya, jika anggaran merupakan suatu rencana, maka akuntansi yang datanya bersifat historis akan dapat menjadi fungsi pengendali. Penerapan anggaran dan akuntansi di sektor publik menunjukkan adanya kecenderungan bahwa organisasi sektor publik dikontrol oleh sistem akuntansi dan/atau prosedur evaluasi yang membandingkan antara tujuan dan hasil.

Referensi:

  1. Indra Bastian. 2006. Akuntansi Sektor Publik: Suatu Pengantar. Penerbit Erlangga. Jakarta.
  2. Nyland, Karl dan Pettersen, Inger Johanne. 2004. The Control Gap: The Role of Budgets, Accounting Information and (Non-) Decisions in Hospital Settings. Financial Accountability & Management, 20 (1), February.
About these ads

Comments»

1. Syukriy A. - May 19, 2007

Anggaran dan Akuntansi Anggaran

Mungkin hubungan akuntansi dan anggaran dapat terjadi jika kita berbicara tentang akuntansi anggaran (budgetary accounting). Basis pencatatannyapun berbeda dengan akuntansi bisnis. Jika dalam akuntansi bisnis digunakan basis akrual, maka dalam akuntansi anggaran digunakan basis kas modifikasian (modified cash basis). Dalam basis ini dilakukan pencatatan realisasi anggaran terlebih dahulu dengan menggunakan basis kas dan kemudian dilakukan pencatatan untuk rekening/akun neraca dengan menggunakan basis akrual jika realisasi anggaran tersebut (misalnya belanja) menyebabkan berubahnya posisi keuangan (misalnya aset bertambah).

Buku Abdul Halim (Akuntansi Sektor Publik-Akuntansi Keuangan Daerah, 2007, Penerbit Salemba Empat) dan Buku Deddi Nordiawan (2006, AKuntansi Sektor Publik, Penerbit Salemba Empat) memberikan penjelasan yang cukup baik tentang akuntansi anggaran ini.

Terima kasih. Mohon ma’af kalau ada yang salah.

2. pepiediptyana - May 22, 2007

Terima kasih banyak pak Syukriy… :-)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: