jump to navigation

Anggaran Berbasis Kinerja :-) September 26, 2007

Posted by pepiediptyana in Akuntansi Sektor Publik, Uncategorized.
trackback

Metoda penganggaran selain pendekatan/metoda Tradisional, adalah Pendekatan Kinerja. Metoda ini disusun untuk mengatasi kelemahan pendekatan Tradisional. Kelemahan pendekatan Tradisional atau Line Item Budgeting adalah tidak adanya muatan indikator (ukuran) kinerja dalam anggaran, untuk mencapai tujuan dan sasaran layanan publik.

Penganggaran dengan pendekatan kinerja ini berfokus pada efisiensi penyelenggaraan suatu aktivitas. Efisiensi itu sendiri adalah perbandingan antara output dengan input.Suatu aktivitas dikatakan efisien, ketika output yang dihasilkan lebih besar dengan input yang sama, atau output yang dihasilkan adalah sama dengan input yang lebih sedikit. Berbeda dengan penganggaran dengan pendekatan tradisional, penganggaran dengan pendekatan kinerja ini disusun dengan orientasi output.Jadi, kalau mau nyusun anggaran dengan pendekatan kinerja, mindset kita harus fokus ke: “apa yang pengen dicapai“. Nah, kalau fokus ke “output”, berarti, pemikiran tentang “tujuan” kegiatan harus sudah nancep di setiap langkah ketika penganggaran. Kalimat “tujuan” bukan diingat dengan dihafal, melainkan dengan bertanya berulang2 ke diri sendiri: “mengapa kegiatan atau aktivitas ini dilakukan”.

Oleh karena berorientasi output, biaya yang dianggarkan muncul karena kita melakukan kegiatan yang relevan dengan pencapaian tujuan. Misal: dianggarkan sejumlah rupiah untuk biaya transport. Kita harus bisa menjawab beberapa pertanyaan macem begini: “biaya transport tuh relevan dengan kegiatan yang mana?”, “kenapa kegiatan tersebut perlu biaya transport?”; “emangnya, gimana sih kegiatannya?”; “kegiatan itu muncul untuk mencapai tujuan yang mana?” Jadi, dengan penerapan metoda kinerja pada penganggaran, diharapkan realisasi anggaran bisa dimaknakan begini: sekian rupiah biaya transport, tujuan yang tercapai udah berapa persen?

Nah, akhirnya, kalau suatu daerah atau organisasi mau menerapkan metoda ini, siapin aja ini nih….

  1. Visi dan misi (yang mencerminkan strategi organisasi). Misal: menuju rakyat sejahtera dengan optimalisasi potensi daerah. Nah, coba terjemahkan, apa yang dimaksud dengan “sejahtera”, “optimalisasi”, dan “potensi daerah”.
  2. Tujuan. Tujuan ini lebih sempit daripada visi dan misi, lebih mengarah ke teknis. Misal: jika definisi sejahtera itu adalah “sehat”, maka contoh bunyi tujuannya adalah “penurunan jumlah pasien puskesmas (pusing, keseleo dan masuk angin) ketika musim hujan”. Tuh, bisa diukur kan? Ukurannya adalah jumlah pasien. Ketika menentukan tujuan ini, tentukan juga reward dan punishment apa jika tujuan tercapai, dan tidak tercapai, sebagai motivator!
  3. Menentukan aktivitas. Soalnya, aktivitas ini akan menjadi pemicu munculnya biaya. Misal, untuk menurunkan jumlah pasien puskesmas (pusing, keseleo dan masuk angin) di kala musim hujan, aktivitasnya adalah menyediakan payung dan jas hujan di dekat zebracross atau tempat penyebrangan yang tidak ada payon/atapnya. Tuh, muncullah: biaya pembelian payung dan jas hujan, biaya pembelian tempat payung, biaya perawatan tempat payung, dll.
  4. Evaluasi dan pengambilan keputusan. Kegiatan ini sebenernya adalah membuat peringkat-peringkat alternatif keputusan dari dana yang diusulkan untuk setiap program atau aktivitas. Kenapa kok perlu dibuat peringkat, atau alternatif? Soalnya, sumberdaya tuh terbatas, man!

Mungkin secara teori sih sederhana, dan sistematis. Pada praktiknya, mumet. Kenapa? Soalnya sumber utama dari kegiatan ini adalah data. Jadi, yang bikin mumet adalah ngga semua data itu bisa menjadi informasi (entah karena ternyata data yang dikumpulkan ngga sesuai dengan yang dibutuhkan), bahkan, tidak ada data. Penyebab mumet yang laen adalah: perilaku manusia. Selama kita kurang care dan aware terhadap data dan informasi yang berkualitas , maka jangan heran kalau keputusan apa pun sering meleset, dan akhirnya ngga akan pernah nyampe tujuan… abis, nyasar terus…. 

Dampak penerapan metoda pengganggaran berbasis kinerja adalah:

  1. Muncul kebutuhan penyimpanan data, baik itu berupa data kualitatif maupun kuantitatif, baik berupa finansial maupun non finansial, karena data akan diolah menjadi informasi, untuk menentukan indikator (ukuran), serta untuk mengevaluasi dan mengambil keputusan pengalokasian dana yang lebih objektif
  2. Muncul kebutuhan mengukur output dan input, serta kelayakan jenis indikator
  3. Biaya yang dikeluarkan lebih menekankan pada aktivitas yang dilakukan oleh si pengguna anggaran, bukan menekankan pada jumlah anggaran yang terpakai.
  4. Dibutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengidentifikasi indikator dan mampu menganalisis biaya dan data.


Gitu deh. :-) 

saya sarikan dari:

· Deddi Noordiawan. 2006. Akuntansi Sektor Publik. Jakarta: Salemba Empat

· Mohammad Mahsun, dkk. 2006. Akuntansi Sektor Publik. Edisi Pertama. Yogyakarta: BPFE

Comments»

1. indah - October 2, 2007

Thnx mbak @s infonya
Skr g tertarik bwt ngebahas ABK di skripsi
Doain lancar & Ntar boleh minta saran y

2. lidia silitonga - November 25, 2007

Info yang bagus sekali..
bisa jadi bahan referensi saya
karena saya lagi gandrung-gandrungnya membaca dan membedah apa saja yang berbau ABK.

Btw, bisa keep contact ngga ??
siapa tahu aja saya bisa minta saran dan nasehat, or bisa share sama mbak.

3. via - January 7, 2008

saya kepengen dapat jurnal mengenai aspek motivasi dalam anggaran.klo ada tolong bantu saya ya.kirim ke email novisiya riza@yahoocom. nama aya via.thx

4. via - January 7, 2008

oya kpan ya saya bisa dapat…pls tolongin coz saya lage nyusun tes neh agak ribet seh.punya kmu ini bisa juga saya jadikan referensi tapi.masih kurang

5. SUHIRMAN - January 18, 2008

Saya mahasiswa S2 Ilmu Akuntasi Univ Syiah Kuala Banda Aceh. Mohon kiranya Ibu bisa memberikan jurnal yang berhubungan dengan ANGGARAN BERBASIS KINERJA untuk bahan thesis saya melalui email. Atas bantuannya saya ucapkan terima kasih. Semoga kebaikan Ibu dibalas oleh Alllah.

6. gita - March 6, 2008

bu saya boleh tau kebaikkan dan keburukan dari anggaran berbasis kinerja

7. denias - April 12, 2008

mba bisa mbantuin aku ga???? aku lagi butuh banget jurnal tentang abk nih… thanks sebelumnya..

8. keke - April 17, 2008

info yang mbak berikan bagus,bisa menjadi tambahan refesensi saya.mbak ada gak jurnal tentang budget emphasis terhadap partisipasi penyusunan anggaran

9. ayu - May 10, 2008

Thanks ya mbak..
Mbak, saya mau tau pengaruh pemberlakuan ABK terhadap kinerja keuangan pemerintah dinilai dari aspek financial dan nonfinancial…
tolong ya mbak.
Makasih sebelumnya..:-)

10. Mukhtar A. Adam - May 15, 2008

Ada beberapa hal saya sepakati model anggaran berbasis kinerja, namun hingga saat ini, para pemikir akuntansi sektor publik, terkesan memisahkan antara akuntansi dan indikator-indikator pembangunan, sehingga laporan keuangan seakan tidak berkorelasi positif dengan indikator-indikator pembangunan daerah, sementara teori ekonomi menjelaskan aliran investasi pemerintah berkorelasi positif dengan tumbuhnya pembangunan daerah. soal AKS adakah sebuah sistem yang menyajikan pelaporan keuangan yang dapat menentukan tumbunya setiap sektor, saya memisalkan, dalam tahun 2008 pemerintah Bandung mengalokasikan dana sebesar 250 juta untuk pembangunan sekolah dasar, adakah sebuah sistem pencatatan yang dapat langsung menentukan efek dari pencatatan transaksi pada meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia, khusus pada angka partisipasi sekolah, usia wajib belajar, berapa efek pendapatan bagi pengusaha jasa konstruksi, berapa efek bagi pendapatan buruh, berapa efek bagi dorong ekonomi disektor pembangunan, dan lain-lain yang teridentifikasi. dengan demikian di ujungnya jika terdapat penyajian laporan keuangan, pada catatan atas laporan keuangan dapat dijelaskan setiap komponen laporan keuangan, bukan pada lebih kurangnya, atau sekedar orentasi pada opini auditor

11. rinto - May 23, 2008

halloww mba, mo nanya ttg akuntansi pd PEMDA!! gini maba, menurut Permen 13 PEMDA harus membuat Neraca (neraca awal). nah apabila PEMDA telah membuat neraca sebelum kluar permen 13 itu gmana?? apakah harus membuat neraca awal lagi?? trus klo tdk, apa perlu penyesuaian dan koreksi terhadap neraca sebelumNya?? gmana cara penyesuaian ataupun koreksiNya. thanks mba atas JawabaNya. klo bs jawaban dkirim di: rintoserong@yahoo.com

12. yeni apriani - May 31, 2008

bu mohon dibantu informasi mengenai kuisioner untuk pengukuran penerapan anggaran berbasis kinerja..makasih sebelumnya..
saleum,
yeni

13. santi - July 2, 2008

Bu,saya mohon dibantu mendapat juranal internasional yang metodenya survey tentang anggaran berbasis kinerja

14. yos - September 19, 2008

mohon info lebih banyak tentang anggaran kinerja secara mendetail..

karena ada tugas mid semester..

mohon secepatnya ..

terimakasih sebelumnya…

15. ivan - September 25, 2008

bu saya mohon dibantu mendapatkan jurnal,teori2 tentang abk, dan saya mau tanya apakah abk ini bisa diterapkan di sebuah yayasan pendidikan???

16. Syukriy - January 22, 2009

Anggaran berbasis kinerja (ABK) sepertinya memang sederhana, namun sesungguhnya menyimpan persoalan yang sangat mendasar: kelengkapan dan kevalidan data. DI Indonesia untuk saat ini, ABK memang de jure dan de facto sudah dilaksanakan, namun tidak ada yang menjamin telah berjalan secara ekonomi, efisien, dan efektif (3E).

Jangan-jangan yang dilaksanakan selama ini adalah penetapan Kinerja Berbasis Anggaran (KBA). Apa beda Anggaran Berbasis Kinerja (ABK) dengan Kinerja Berbasis Anggaran (KBA)? Seorang pakar telah menulis ini di situs http://www.swamandiri.org.

ABK hanyalah salah satu pendekatan dari banyak pendekatan dalam penganggaran publik. Untuk teori dasar dalam memahami anggaran publik, silahkan baca buku Budget Theory in the Public Sector yang dieditori oleh Aman Khan dan W. Bartley Hildreth (2002), Penerbit: Quorum Books (www.quorumbooks.com)

17. Syukriy - January 22, 2009

Informasi tambahan:
Buku Budget Theory in the Public Sector di atas bisa didonlod dari link RAPIDSHARE berikut ini:
http://rapidshare.com/files/137748016/Budget_theory_in_the_public_sector-edited_by_Aman_Khan__and_W._Bartley_Hildreth.rar


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: