jump to navigation

Klasifikasi Akun/Account untuk Lukisan Karya Leonardo Da Vinci January 15, 2008

Posted by pepiediptyana in Uncategorized.
Tags: , , ,
trackback

Tulisan saya ini berdasarkan pertanyaan dari pak Herry tentang klasifikasi akun (account/pos/rekening – bukan nomor rekening tabungan lho!) dari transaksi yang telah terjadi di perusahaannya. Terima kasih atas pertanyaannya…

Begini….

“Bu, saya mau bertanya :
Sebuah perusahaan membeli lukisan karya Leonardo Da Vinci dengan jumlah yang sangat besar, katakanlah 100M. Saya pikir, lukisan tersebut tidak bisa di kategorikan Fixed assets karena tidak bisa diketahui Fair Value nya, sehingga tidak bisa di depresiasikan. Nah, kalau saya alokasikan sebagai Other Asset pun saya rasa tidak tepat karena nilai lukisan tersebut sangat material. Sedangkan di Other Asset biasanya nilainya tidak signifikan
Interpretasi saya, saya mencatat Nilai lukisan (nama Besar Leonardo Da Vinci) sebagai Intangible Asset. Sedangkan Nilai bingkai dan kanvas nya di catat sebagai other assets (aktiva lain-lain).
Bagaimana menurut pendapat ibu?”

Saya : kalo menurut saya, masuk Other Assets semua (tidak bedakan antara bingkai dan lukisan), soalnya tidak terkait dengan aktivitas utama perusahaan (ga dipake dagang, ga dipake produksi).
Kalau intangible assets, seharusnya masih terkait dengan menghasilkan laba. Seperti : franchise, royalti, merk. Masih ada kontribusi kepemilikan suatu asset terhadap menghasilkan laba.
Kecuali, jika perusahaan tersebut aktivitas utamanya adalah penyedia jasa interior desain, misalnya. Nah, kepemilikan hiasan dinding bisa jadi aktiva tetap, atau intangible asset. Memang sih, mungkin rada aneh kalo ada other assets yang nilainya material, tapi berdasarkan prinsip full disclosure, ya tetep harus diberi penjelasan untuk mengungkapkan makna aset tersebut supaya yang make’ laporan keuangannya, dapat teliti dalam membuat analisis rasio.

Supaya ada wawasan lain, saya juga obrolkan topik ini ke teman saya…

Nurmala : Setuju masuk other asset,..
karena lukisan itu tak mampu menghasilkan revenue (pendapatan) dari aktivitas utama perusahaan.
kita kembalikan saja ke konsep aset di PSAK. Gitu ya,..

Nurul : Saya nambahin, Bu…. Lukisan Leonardo Da Vinci senilai 100M untuk dipajang aja?
1. Memang benar tidak bisa dimasukkan dalam fixed asset, tidak hanya karena alasan tidak jelas masa manfaatnya, tapi menurut PSAK 16, mendefinisikan salah satunya bahwa fixed asset besar kemungkinan bahwa manfaat keekonomian di masa yang akan datang yang berkaitan dengan aktiva tersebut akan mengalir ke dalam perusahaan, sedangkan lukisan Leonardo Da Vinci senilai 100M untuk dipajang di ruang pimpinan, menurut hemat saya tidak memenuhi definisi ini
2. Jika dikatagorikan sebagai other asset, mungkin bisa, karena berdasar paragraf 76 PSAK no 16, karena pos-pos yang tidak bisa secara layak digolongkan dalam fixed asset, dan juga tidak dapat digolongkan dalam aktiva lancar, investasi, maupun intagible asst disajikan dalam other asset.
3. Sebenarnya, saya memilih pada intagible asset, baik nilai lukisan (nama besar Leonardo da Vinci maupun kanvas dan frame-nya) karena menurut PSAK 19 menyatakan bahwa beberapa jenis aktiva tak berwujud mungkin terkandung dalam bentuk fisik, yang penjelasan singkatnya, mungkin nilai kanvas dan frame mahal, namun tidak terlalu berarti jika tidak ada lukisan pak Leonardo he3, sehingga aktiva ini menjadi sangat bernilai karena nilai lukisannya, namun PSAK ini juga menekankan bahwa dibutuhkan pertimbangan profesional dalam menilai aktiva ini
Tetapi lukisan Leonardo Da Vinci senilai 100M, harus punya nilai kebermanfaatan bagi perusahaan di masa depan, sedangkan ini tidak berdampak langsung bagi perusahaan
Kesimpulan dari Ibu Nurul :
Karena pentingnya kebermanfaatan dimasa depan bagi perusahaan, maka lukisan Leonardo Da Vinci senilai 100M sebaiknya masuk pada other asset berdasar penjelasan paragraf 76 PSAK16

Terima kasih kepada rekan-rekan research group akuntansi yang nimbrung memberi masukan…
Semoga bermanfaat untuk pembaca, dan pak Herry. 🙂

Comments»

1. Wahyu-Ak95 - January 21, 2008

bu dosen, secara nggak sengaja saya baca2 tulisan ini. saya tertarik untuk koment.

menurut pendapat saya, pembelian lukisan ini masuk other expense..

kalau masuk asset, saya rasa tidak cukup memenuhi prinsip pengukuran, matching concept dan azas manfaat.

jadi menurut saya masuk biaya lain2….

matur nuwun

2. IKE RACHMAWATI - June 4, 2008

maaf saya ikut nimbrung.Menanngaapi koment dari mas Wahyu mengenai masalah pembelian lukisan leonardo da Vinci.kalo transaksi tersebut di anggap sebagai biaya menurut saya kurang begitu pas soalnya transaksi tersebut tdk masuk dlm kegiatan oprasional perushaan. saya lebih setuju kalo di masukan ke other asset sebagai akun tandingan dari kas. Trim’s


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: