jump to navigation

Akuntansi untuk Akhirat June 9, 2009

Posted by pepiediptyana in Uncategorized.
trackback

Jika melihat definisi akuntansi berupa proses pencatatan dan pelaporan saja, maka perlu direnungkan bahwa segala kegiatan kita sehari-hari akan dilaporkan untuk di akhirat. Selanjutnya, laporan akan digunakan untuk mengambil keputusan reward dan investasi..

Al-Qur’an menghendaki manusia melakukan pertanggungjawaban vertikal dan horizontal. Dengan kata lain: ada hablum-minallah, dan ada hablum-minannaas. Hablumminallah menimbulkan kewajiban manusia untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya kepada Allah, dan hablum-minannaas menimbulkan pertanggungjawaban antar manusia.

Apa yang perlu dipertanggungjawabkan oleh manusia?

Hal yang dipertanggungjawabkan adalah pengelolaan sumberdaya. Ketika manusia diberi amanat untuk mengelola sumber daya, maka apa yang ia perbuat terhadap sumber daya tersebut perlu disampaikan kepada si pemberi amanat. Contoh: Allah memberi amanat kepada manusia berupa harta. Pengelolaan harta terikat dengan aturan yang dikehendaki Allah. Pencatatan apa yang diperbuat oleh manusia dilakukan oleh malaikat, dan akan dilaporkan di hari akhir. Ini tampak seperti proses akuntansi: ada sumberdaya yang dipercayakan, ada pencatatan atas penggunaan sumber daya, dan ada pelaporan.


Jika definisi akuntansi berupa “perekayasaan” sebagaimana defisini menurut bapak Suwardjono, maka cerita ini kurang cocok. Kenapa? Karena malaikat ga bisa merekayasa kenyataan….😀.

Comments»

1. meinariza - June 15, 2009

waduh, judulnya serem !!!
tapi bener juga ya buw..
hmmmm…

2. Jumadi - June 3, 2010

Menarik sekali tulisan ibu Pepie mengenai akuntansi akhirat ini, akan tetapi sangat sayang sekali karena tulisan diatas selain sangat singkat juga kurang begitu mendalam. Saya ingin sedikit berbagi tentang akuntansi akhirat (tapi saya lebih senang menyebutnya dengan nama akuntansi syari’ah). Akuntansi dikenal sebagai sistem pembukuan “double entry”. Menurut sejarah yang diketahui awam dan terdapat dalam berbagai buku “Teori Akuntansi”, disebutkan muncul di Italia pada abad ke-13 yang lahir dari tangan seorang Pendeta Italia bernama Luca Pacioli. Beliau menulis buku “Summa de Arithmatica Geometria et Propotionalita” dengan memuat satu bab mengenai “Double Entry Accounting System”. Dengan demikian mendengar kata ”Akuntansi Syariah” atau “Akuntansi Islam”, mungkin awam akan mengernyitkan dahi seraya berpikir bahwa hal itu sangat mengada-ada.

Namun apabila kita pelajari “Sejarah Islam” ditemukan bahwa setelah munculnya Islam di Semananjung Arab di bawah pimpinan Rasulullah SAW dan terbentuknya Daulah Islamiah di Madinah yang kemudian di lanjutkan oleh para Khulafaur Rasyidin terdapat undang-undang akuntansi yang diterapkan untuk perorangan, perserikatan (syarikah) atau perusahaan, akuntansi wakaf, hak-hak pelarangan penggunaan harta (hijr), dan anggaran negara. Rasulullah SAW sendiri pada masa hidupnya juga telah mendidik secara khusus beberapa sahabat untuk menangani profesi akuntan dengan sebutan “hafazhatul amwal” (pengawas keuangan). Bahkan Al Quran sebagai kitab suci umat Islam menganggap masalah ini sebagai suatu masalah serius dengan diturunkannya ayat terpanjang , yakni surah Al-Baqarah ayat 282 yang menjelaskan fungsi-fungsi pencatatan transaksi, dasar-dasarnya, dan manfaat-manfaatnya, seperti yang diterangkan oleh kaidah-kaidah hukum yang harus dipedomani dalam hal tersebut. Sebagaimana pada awal ayat tersebut menyatakan “Hai, orang-orang yang beriman apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah telah mengajarkannya………”

Dengan demikian, dapat kita saksikan dari sejarah, bahwa ternyata Islam lebih dahulu mengenal system akuntansi, karena Al Quran telah diturunkan pada tahun 610 M, yakni 800 tahun lebih dahulu dari Luca Pacioli yang menerbitkan bukunya pada tahun 1494.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: