jump to navigation

Akuntan Pemerintah, perlukah? [suatu pemikiran dari perspektif sistem informasi akuntansi] July 7, 2009

Posted by pepiediptyana in Akuntansi Sektor Publik, Uncategorized.
Tags: , ,
trackback

Waduh, kalau saya langsung jawab : ngga perlu, bisa dipancung kajur-kajur akuntansi sedunia, nih, hehehe…. berlebihan. Kalau takut dipancung, ya bilang aja: perlu, hehehe…..

Hasil penelitian yang menyatakan bahwa kemampuan SDM berpengaruh signifikan dengan kualitas informasi akuntansi instansi pemerintah [Fariziah 2009]. Uniknya, pada penelitian tersebut, 79% dari responden penelitian adalah tidak berlatarbelakang pendidikan akuntansi, dan 91% dari responden telah menerima pelatihan Sistem Akuntansi Instansi (SAI). Nah,apakah hasil tersebut bisa diinterpretasikan begini: meski sebagian besar staf pemerintahan bukan berlatar belakang akuntansi, laporan keuangan pemerintah tetap jadi juga karena pelatihan.

Di sektor publik khususnya pemerintahan, faktor teknis berupa kapabilitas sistem informasi, kapabilitas personil untuk menganalisis metrik kinerja juga tidak berpengaruh terhadap pengukuran kinerja dan pemanfaatan informasi kinerja, namun faktor teknis berupa pelatihan dan faktor politis memiliki pengaruh signifikan [Pepie, 2007]. Lhah, apa maknanya? Apakah dapat dikatakan bahwa staf pemerintahan tidak berperan dalam memberikan informasi kinerja, atau penyediaan informasi akuntansi? Kita tentunya tidak dapat langsung menuding bahwa staf pemerintahan tidak memadai. Jika dilihat dari sudut pandang sistem kerja, tidak dapat dipungkiri bahwa yang dilakukan oleh staf pemerintahan saat ini adalah entry data sesuai dengan petunjuk teknis. Pencatatan transaksi yang dilakukan pada Sistem Akuntansi Pemerintahan belum mengoptimalkan kegiatan analisis sebagaimana yang dilakukan akuntan di perusahaan swasta. Entry jurnal banyak terbantu dengan software akuntansi dan pendampingan serta pelatihan.

Jika akuntansi dipandang sebagai pekerjaan rutin mengentry jurnal, yang bisa digantikan dengan software, apakah masih dibutuhkan staf akuntan di sektor  pemerintahan? Pertanyaan yang serem. Beberapa berita menyebutkan bahwa pemerintah membutuhkan 40 ribu, ada yang bilang 46 ribu, ada yang bilang 34.700 akuntan (http://stan.snmptn.or.id/indonesia-membutuhkan-puluhan-ribu-akuntan/, 2009; http://id.ibtimes.com/articles/20081117/keuangan-negara-kompetensi-akuntan-aparat-instansi.htm, 2008 ; http://www.lowongan.info/front/index.php?option=com_content&task=view&id=904&Itemid=1, 2007). Whuik! Kira-kira mau dijadikan apa ya? Atau, ditaruh dimana ya? Atau, semua akuntannya mau dijadikan auditor? Kalau jadi auditor, apakah yang diaudit adalah software akuntansinya? Apakah jualan software akuntansi pemerintah bakal masih laku ya?

Sebetulnya, software akuntansi itu kan teknologi, artinya, dibuat untuk membantu kerja manusia untuk meminimumkan kesalahan karena ada aktivitas yang rutin terjadi. Semula, memang kegiatan akuntansi dikerjakan manual, tapi karena suatu transaksi yang frekuensi keterjadiannya makin tinggi, maka dibuatlah rancangan jurnal khusus berdasarkan klasifikasi atau kelompok-kelompok transaksi. Nah, selanjutnya, jurnal khusus yang dientry manual udah tidak memadai, karena kebutuhan informasi keuangan yang cepat dan akurat atau frekuensi transaksi juga yang tinggi, sehingga dirancang software akuntansi yang memanfaatkan database.

Nantinya, sejalan dengan perkembangan kebutuhan informasi dan tuntutan penyediaan informasi, maka integrasi data keuangan semakin kompleks. Integrasi data ini umumnya dibutuhkan karena output informasi yang dihasilkan juga makin kompleks. Data akuntansi tidak sekedar digunakan untuk membuat laporan keuangan, tapi juga untuk perencanaan sumber daya (enterprise/government resource planning).

Jika dikaitkan dengan rentetan perkembangan sistem informasi, bagaimanakah peran akuntan pemerintah saat ini? Sebagai staf entry data akuntansi untuk membuat laporan keuangan, atau sampai dengan kegiatan analisis untuk menginterpretasikan informasi, atau sebagai penyedia informasi keuangan untuk merencanakan sumber daya? Lhah itu dia. Saya pikir, pada perkembangannya, akuntan pemerintah diperlukan dengan catatan memiliki kemampuan analisis, serta menjadi penyedia informasi yang dapat digunakan untuk merencanakan sumber daya, alias penganggaran.

bacaan:

Fariziah Choirunisah. 2009. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kualitas Informasi Laporan Keuangan yang Dihasilkan Sistem Akuntansi Instansi. Prosiding Konferensi Penelitian Keuangan Sektor Publik II. Badan Litbang Departemen Dalam Negeri bekerjasama dengan Asosiasi Peneliti Keuangan Sektor Publik. Jakarta.

Pepie Diptyana. 2007. Influence of Technical Factors and Political Factors toward Performance Information Development and Utilization in The Regional Government Budgeting. Proceeding International Conference of Leadership in Changing Landscape – Tun Abdul Razak University, Malaysia.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: