jump to navigation

Penganggaran untuk Masjid (dan organisasi non profit lainnya) July 31, 2009

Posted by pepiediptyana in Uncategorized.
Tags: , , ,
trackback

Arus kas merupakan kunci kesuksesan operasi setiap organisasi. Pada organisasi yang tidak beriorientasi ke profit, ketergantungan pada donatur cukup tinggi, sehingga kepastian dana menjadi pertanyaan besar. Namun, di sisi lain, keikhlasan dari para donatur dan kepercayaan mereka lah yang menjadi nilai tambah bagi para organisasi sektor publik. Kepercayaan itulah yang dapat menjadikan sumber daya atau uang menjadi mengalir dengan pasti ke dalam organisasi. Kepercayaan donatur inilah yang perlu dipelihara, bahkan ditingkatkan jika organisasi menginginkan kepastian serta peningkatan arus kas masuk.

Bagaimana agar kepercayaan publik dapat meningkat dan senang mendermakan (mempercayakan) dananya kepada organisasi? Salah satu caranya adalah dengan menunjukkan ketercapaian organsisasi kepada mereka. Selain itu, tunjukkan kepada mereka (donatur) bahwa dana mereka dikelola dengan aman dan terkendali.

Bagaimana cara mengendalikan dana? Gunakanlah anggaran. [More…] Anggaran merupakan rencana yang disajikan dalam satuan mata uang (Freeman, 2003). Selain itu, anggaran merupakan panduan untuk mengarahkan kegiatan dan ketercapaian tujuan organisasi (Blazek, 2008). Penganggaran merupakan kegiatan menyusun anggaran (baca: rencana, tapi dalam bentuk satuan uang), yang pada umumnya dilakukan oleh manajemen.

Bagaimana anggaran dapat digunakan untuk menunjukkan bahwa dana donatur itu aman dan terkendali? Ketika anggaran adalah suatu rencana atas penggunaan sumberdaya, maka “tandingannya” adalah realisasi atas anggaran. Anggaran yang pada akhirnya menunjukkan angka “defisit” bukanlah suatu dosa. Bisa jadi karena capaian yang diraih pun tinggi, dan membutuhkan banyak dana, sehingga biaya yang terealisasi lebih besar daripada anggarannya. Oleh karena itu, Laporan  Realisasi Anggaran yang baik harus didampingi dengan penjelasan. Penjelasan itu berupa capaian-capaian yang diraih, serta penyebab-penyebab yang mengakibatkan biaya.

Nafas kehidupan organisasi sektor publik banyak bergantung pada semangat orang-orang yang terlibat di dalamnya. Hampir sama dengan mengelola wirausaha. Diawali oleh semangat kerja pemimpinnya, organisasi sektor publik diharapkan mampu bertahan demi tercapainya tujuan-tujuan yang mulia. Penganggaran dan akuntansi yang tepat dapat menunjang kelangsungan arus kas dan sumberdaya lainnya dapat masuk, namun semuanya juga tergantung perilaku para pengelola untuk mau bertumbuh, menyesuaikan diri, dan tetap bersemangat.

Silakan download : Modul Pelatihan Pengelolaan Keuangan Masjid, Anggaran

terima kasih kepada Bapak/Ibu peserta pelatihan, Kepala Kantor Departemen Agama Kota Surabaya (pak Drs. H. Suwito, M.Si), dan staf (pak Suba’i dan rekan-rekan di bagian Penamas), Dewan Masjid Indonesia (koordinator surabaya, diwakili oleh Bp. Rohib), dan terima kasih kepada Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIE Perbanas Surabaya (Pak Wilopo, Bu Aniek, Bu Rovila, Bu Chitra), Ibu Maya, dan mahasiswa-mahasiswa saya tercinta yang pantang menyerah (Ega, Karina, Aprillya, Ferdian, Cahaya Ekaputri, Nurul Afni) yang telah menyelenggarakan pelatihan 5 Agustus 2009.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: