jump to navigation

Menghitung Biaya Kematian May 16, 2010

Posted by pepiediptyana in Akuntansi Sektor Publik, Uncategorized.
trackback

Dear pembaca,
Blog saya sudah mati suri hampir setahun. Menyedihkan…😦

Tulisan ini adalah hasil dari pengamatan tidak ilmiah saya atas kejadian kematian di sekitar saya, yang ternyata kejadian tersebut berpotensi untuk mempengaruhi aset almarhum atau pewaris dalam jumlah yang cukup besar. Kalo ngga besar nilainya, mungkin ngga bakal ada namanya asuransi kematian, ya?😉

Apa saja komponen biaya kematian?
Dalam menelusuri komponen biaya, ada baiknya kita tentukan titik awal dan titik akhir suatu peristiwa.
Menurut saya, titik awal peristiwa kematian (untuk menghitung biaya kematian) adalah saat seorang manusia dinyatakan meninggal dunia (ada pembuktian secara medis — biasanya ada surat keterangan dokter). Titik akhir peristiwa adalah setelah semua urusan aset dan penyelesaian utang almarhum benar-benar dinyatakan selesai.

Perbedaan penentuan titik akhir tentu akan berpengaruh pada besar kecilnya biaya.
Komponen biaya kematian, jika dirunut dari peristiwa sejak titik awal hingga akhir, dapat dikelompokkan menjadi :
1. Biaya administrasi (hm, termasuk biaya birokrasi lah)
2. Biaya acara adat / kebiasaan atau biaya acara keagamaan

Kelompok biaya administrasi, terdiri dari:
1. Biaya pengurusan jenazah sebelum pemakaman (atau sebelum kremasi, dan sejenisnya). Biaya ini dimulai sejak membayar Rumah Sakit, mobil jenazah, dsb, sampai dengan keluarga dapat bertemu dengan jenazah, dan sampai dengan Surat Keterangan Kematian diterima oleh keluarga/waris almarhum.
2. Biaya administrasi pemakaman. Di dalamnya ada beberapa surat yang dibutuhkan, antara lain: surat keterangan kematian
3. Biaya perolehan Surat Keterangan Waris / Akta Waris. Nah, ini dia. Proses pengurusan Surat Keterangan Waris ini membutuhkan Surat Keterangan Kematian (tentu), akte kelahiran pewaris, pengantar RT/RW, dst, kartu keluarga, dll (maaf saya lupa).
4. Biaya administrasi lain yang terkait dengan pengurusan aset, utang almarhum, dan urusan kependudukan, misal: penutupan tabungan, kartu kredit, klaim/pencairan asuransi, pengurusan Taspen, balik nama aset, penghapusan nama almarhum dari kartu keluarga, dll.

Tips agar efisien waktu dan biaya admin: pahami setiap prosedur administrasi, sediakan banyak fotokopi berkas surat penting, dan lakukan legalisir di tempat penerbit.

Kelompok biaya adat merupakan kelompok biaya yang terkait dengan tata cara penanganan jenazah mengikuti adat atau cara tertentu. Komponen biaya adat tergantung dari cara masing-masing. Mungkin komponen biaya acara yang umum dan besarnya signifikan adalah biaya konsumsi. Komponen biaya lainnya, mungkin seperti biaya transport & komunikasi, perlengkapan,  ijin keramaian, biaya keamanan, sewa terop, kursi, dll,  dapat sangat beragam, tergantung dari tata cara masing-masing kelompok adat / lingkungan.

Nah, ini dulu yang dapat saya sampaikan. Mungkin masih ada hal yang kurang lengkap, bisa ditambahkan di comment.

Terima kasih sudah membaca postingan ini.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: